
BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Parkir liar di Kabupaten Bogor, Jawa Barat memiliki potensi yang menggiurkan bagi para preman. Betapa tidak, uang yang dihasilkan pun diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Tak pelak, lahan parkir pun jadi rebutan, bahkan berujung maut. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu.
Akibat jatah setoran parkir berkurang, seorang keponakan di Cileungsi, Kabupaten Bogor tega menghabisi nyawa pamannya sendiri.
Kasus itu berhasil diungkap jajaran Polres Bogor dalam waktu kurang dari dua pekan.
“Tersangka AH ini sakit hati karena korban P alias G yang merupakan pamannya sendiri mengambil alih setoran parkir di sekitaran Metland Cileungsi. Kemudian AH berencana membunuh korban sejak setahun lalu,” Kapolres Bogor AKBP Harun dalam keterangannya, Senin (1/11/2021).
Mantan Kapolres Lamongan itu, menerangkan bahwa satu kawasan lahan parkir ilegal di Metland Cileungsi, Kabupaten Bogor dikelola 18 preman, yang masing-masing harus menyetorkan uang senilai Rp 205 ribu kepada AH dalam sehari. AH adalah bos parkir liar yang menguasai wilayah itu.
“Jika dikalkukasikan, AH memperoleh uang senilai Rp 3,7 juta dalam sehari atau Rp 1,3 miliar dalam setahun dari parkiran ilegal di kawasan Metland Cileungsi,” terangnya.
Kata Harun, hal itu yang melatarbelakangi kasus pembunuhan berencana terhadap P yang merupakan paman dari AH. Usai P mengambil alih 30 persen setoran dari lahan parkir di Metland Cileungsi, yang selama ini dipegang AH.
Sementara, Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana tak menampik kabar masih banyaknya parkir ilegal di wilayah Kabupaten Bogor yang menjadi penyebab kebocoran potensi pendapatan daerah.
Meski begitu, ia mengaku tidak bisa melakukan penindakan selama tidak menerima laporan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor.
“Sebetulnya, parkiran itu kewenangannya ada di DLLAJ (Dishub), tapi selama Dishub tidak memberikan laporan, kami tidak bisa menindak,” kata Iman.
Dia membenarkan, dengan membiarkan menjamurnya parkir ilegal, sama halnya dengan membiarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kehilangan potensi pendapatan dari sektor perparkiran.
Iman menduga DLLAJ tidak melihat potensi yang seharusnya dilakukan pengawasan dan penertiban di wilayah itu. (B. Supriyadi)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














