Setelah menetas, sambungnya anakan ular kobra yang mungkin telurnya diletakkan di area permukiman, maka mereka akan menyebar di sekitar manusia. Sehingga insting anakkan ular kobra ini pasti akan mencari tempat yang terlindungi.

Amir menjelaskan penyebabnya kemungkinan karena semakin sedikit populasi predator alami saat ini. Predator alami itu seperti elang, biawak, dan beberapa karnivora lainnya. Akibatnya membuat populasi anakan ular ini semakin tidak terkontrol.

BACA JUGA :  Telinga Berdenging atau Tinnitus: Kenali Penyebab dan Gejalanya

Selain itu, banyaknya anakan ular kobra di permukiman karena wilayah tersebut menyediakan shelter atau tempat berlindung bagi ular. Misalnya, banyak tumpukan barang, baik di dalam maupun di luar rumah, yang kemudian menjadi tempat yang hangat dan lembab bagi ular untuk berlindung.

“Permukiman juga menyediakan potensi makanan bagi ular. Mangsanya, yakni tikus banyak berada di lingkungan itu,”jelasnya.

BACA JUGA :  10 Makanan Protein Rendah Lemak untuk Turunkan Berat Badan Tanpa Kehilangan Massa Otot

Dengan demikian, Amir mengimbau agar selalu membersihkan rumah dengan membuang barang-barang tidak berguna, membuang sampah agar tidak mendatangkan tikus yang akan menarik ular kobra.

“Untuk di wilayah Jabodetabek jenis ular yang banyak ditemui adalah ular kobra Jawa. Habitat ular kobra Jawa ini biasanya di area persawahan, pekarangan hingga permukiman. (net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================