
BOGOR-TODAY.COM, JAKARTA – Tak hanya demam berdarah, beberapa fenomena muncul saat musim penghujan. Salah satu fenomena yang terjadi yakni munculnya banyak anakan ular kobra yang berkeliaran di area permukiman.
Melansir kompas.com, Jumat (5/11/2021) ahli herpetologi (reptil dan amfibi) dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy menyebut bahwa fenomena ini kerap terjadi terutama di musim penghujan seperti saat ini.
Kata dia, saat musim penghujan telur-telur ular menetas. Bahkan tidak hanya ular kobra, namun jenis ular lainnya pun mengalami ha serupa.
“Di musim hujan bersamaan dengan waktu menetasnya telur-telur ular kobra, maka secara otomatis, populasi anakan ular pasti akan meningkat,” terangnya.
Menurutnya, habitat ular kobra itu hidupnya berada di sekitar perumahan, lahan persawahan dan perkarangan. Saat induk ular kobra menemukan tempat yang tepat dan terlindungi di kawasan-kawasan tersebut, maka mereka akan meletakkan telur-telurnya.
“Sebetulnya, induk ular periode inkubasinya sekitar 3 bulanan. Artinya, telur-telur tersebut kemungkinan sudah diletakkan sekitar tiga bulan lalu, kemudian di musim hujan ini mulai menetas,” katanya.
Setelah menetas, sambungnya anakan ular kobra yang mungkin telurnya diletakkan di area permukiman, maka mereka akan menyebar di sekitar manusia. Sehingga insting anakkan ular kobra ini pasti akan mencari tempat yang terlindungi.
Amir menjelaskan penyebabnya kemungkinan karena semakin sedikit populasi predator alami saat ini. Predator alami itu seperti elang, biawak, dan beberapa karnivora lainnya. Akibatnya membuat populasi anakan ular ini semakin tidak terkontrol.
Selain itu, banyaknya anakan ular kobra di permukiman karena wilayah tersebut menyediakan shelter atau tempat berlindung bagi ular. Misalnya, banyak tumpukan barang, baik di dalam maupun di luar rumah, yang kemudian menjadi tempat yang hangat dan lembab bagi ular untuk berlindung.
“Permukiman juga menyediakan potensi makanan bagi ular. Mangsanya, yakni tikus banyak berada di lingkungan itu,”jelasnya.
Dengan demikian, Amir mengimbau agar selalu membersihkan rumah dengan membuang barang-barang tidak berguna, membuang sampah agar tidak mendatangkan tikus yang akan menarik ular kobra.
“Untuk di wilayah Jabodetabek jenis ular yang banyak ditemui adalah ular kobra Jawa. Habitat ular kobra Jawa ini biasanya di area persawahan, pekarangan hingga permukiman. (net)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















