“Pengaduan yang paling banyak masuk, seperti air mengalir, meteran macet, Insya Allah kita tindak lanjuti, daerah mana memang krusial, ada yang hari Rabu kita keliling untuk melihat lokasi-lokasi mana yang tidak mengalir untuk dilakukan perbaikan,” ucapnya.

Saat disinggung soal pendapatan, Rivelino belum bisa memaparkanya, karena menurut dia, belum ada penghitungan akhir bulan.

“Mungkin nanti di awal November baru kelihatan hasil dari perhitungan bulan sebelumnya. Kita berkalkulasi di akhir Oktober nanti baru keliatan perubahannya setelah restoran, mall, toko dibuka kembali,” tegas Rivelino.

BACA JUGA :  Indonesia dan Singapura Perkuat Kerja Sama Ekonomi di Enam Sektor Strategis

“Recovery pendapatan kita berharap secepatnya. Kalau lihat Sabtu, Minggu sudah ramai tingkat hunian hotel, ya dengan begitu kita berharap secepatnya,” tambahnya.

Untuk itu dirinya berharap, dengan kondisi saat ini Kota Bogor berada dalam status level 1, roda perekonomian akan bangkit dan mulai tumbuh lagi, terlebih untuk sektor pariwisata dapat kembali berjalan.

BACA JUGA :  Tragedi di Jasinga, Wabup Bogor Minta Kasus Dugaan Gigitan Anjing Diusut Transparan

“Karena terbukti saat ini tingkat hunian hotel sudah 100 persen, juga rapat-rapat sudah dilakukan di hotel. Ya, diharapkan bisa meningkatkan pendapatkan seperti semula,” pungkasnya. (Aditya)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================