Menurutnya, selama ini pembeli tidak ada yang pernah mengeluh atas kenaikan harga sembako tersebut. Dan dia berharap semua masyarakat mampu membeli kebutuhan pokok. “Yang penting ada barang dan ada duit, dan diberi rizki yang banyak bagi semuanya,” ucap Diah.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Ganjar Gunawan menyebut akan melakukan melakukan koordinasi dengan Bulog wilayah Cianjur untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditi di Kota Bogor. Terlebih menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru

“Pantauan kita sementara memang ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan, termasuk diantaranya minyak goreng,” Ganjar.

BACA JUGA :  Hari Raya Waisak: Makna, Sejarah, dan Tradisi Umat Buddha

Kata Ganjar, semua ini merupakan persolan distribusi yang panjang. Karena harga Crude palm oil (CPO) masih tinggi. Artinya harga minyak turut naik terutama minyak curah. Untuk itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan rapat koordinasi antar lintas instansi.

Disamping itu, Ganjar mengungkapkan bahwa sejauh ini belum dapat memastikan akan mengambil langkah operasi pasar atau tidak, semua tergantung nanti hasil koordinasi dengan lintas instansi untuk menyamakan persepsi.

BACA JUGA :  Puncak HJB ke-544, Pemkot Bogor Tabur Penghargaan Bagi Masyarakat Kontributif dan Mitra Strategis

“Karena bicara barang kebutuhan pokok dipasaran ada dinas ketahanan pangan juga, bagian perekonomian, perumda pasar itu sangat terkait erat bukan hanya dari dinas perdagangan. Bahkan ada satgas pangan dari Polresta dan ada juga dari bulog akan kita ajak berdiskusi untuk menyikapi apa yang harus kita antisipasi. Secepatnya akan kita lakukan pertemuan pembahasan, mudah-mudahan di bulan November ini,” tutur Ganjar. (Aditya)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================