BOGOR-TODAY.COM, BOGORHarga minyak goreng meroket di sejumlah pasar tradisional di Kota Bogor selama sepekan terakhir. Hal itu terpantau di Pasar Gunung Batu.

Harga minyak goreng dalam kemasan dan curah di angka Rp38.000 per 2 liter dari harga sebelumnya Rp26.000 dan untuk kemasan satu liter diangka Rp20.000.

 

Menurut seorang pedagang sembako di Pasar Gunung Batu, Diah harga sembako seperti telur, terigu, kecap juga mengalami kenaikan. Meski harga telur masih fluktuatif dari harga sebelumnya Rp16.000 per kilo sekarang harganya bisa mencapai Rp 25.000 per kilonya.

“Kerupuk naik juga, karena pengaruh cuaca juga. Kerupuk naik juga pengaruh dari minyak untuk menggoreng. Lagian kalau lagi musim hujan mah kan susah menjemurnya dan barangnya pun suka langka,” ungkap Diah kepada bogor-today.com, Jum’at (19/11/2021).

“Mungkin minyak naiknya bisa sampai akhir Desember, harga minyak baru sekarang juga nih naiknya tergantung dari barangnya juga suka enggak ada dan susah,” tambahnya.

Menurutnya, selama ini pembeli tidak ada yang pernah mengeluh atas kenaikan harga sembako tersebut. Dan dia berharap semua masyarakat mampu membeli kebutuhan pokok. “Yang penting ada barang dan ada duit, dan diberi rizki yang banyak bagi semuanya,” ucap Diah.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Ganjar Gunawan menyebut akan melakukan melakukan koordinasi dengan Bulog wilayah Cianjur untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditi di Kota Bogor. Terlebih menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru

“Pantauan kita sementara memang ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan, termasuk diantaranya minyak goreng,” Ganjar.

Kata Ganjar, semua ini merupakan persolan distribusi yang panjang. Karena harga Crude palm oil (CPO) masih tinggi. Artinya harga minyak turut naik terutama minyak curah. Untuk itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan rapat koordinasi antar lintas instansi.

Disamping itu, Ganjar mengungkapkan bahwa sejauh ini belum dapat memastikan akan mengambil langkah operasi pasar atau tidak, semua tergantung nanti hasil koordinasi dengan lintas instansi untuk menyamakan persepsi.

“Karena bicara barang kebutuhan pokok dipasaran ada dinas ketahanan pangan juga, bagian perekonomian, perumda pasar itu sangat terkait erat bukan hanya dari dinas perdagangan. Bahkan ada satgas pangan dari Polresta dan ada juga dari bulog akan kita ajak berdiskusi untuk menyikapi apa yang harus kita antisipasi. Secepatnya akan kita lakukan pertemuan pembahasan, mudah-mudahan di bulan November ini,” tutur Ganjar. (Aditya)

Bagi Halaman
BACA JUGA :  Wardatina Mawa Ingin Perceraian Segera Tuntas, Tegaskan Keputusan Sudah Bulat

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================