BOGOR-TODAY.COMTak hanya manusia, ternyata semut juga memiliki media sosial. Bahkan sistem media sosial semut lebih canggih dari buatan manusia.

Hal itu terungkap oleh seorang ilmuwan asal Swiss, Adria Leboeuf.

Adria merupakan asisten profesor dan pemimpin Laboratorium Cairan Sosial di Universitas Fribourg. Ia mengungkap jika manusia dapat bertukar informasi melalui posting dan komentar, maka semut berinteraksi dengan cara memuntahkan cairan ke mulut satu sama lain.

Melansir dari Jurnal eLife, Jumat (10/12/2021) Adria, menyebut bahwa sebagian besar serangga memiliki usus depan, usus tengah, dan usus belakang. Namun, untuk serangga sosial, usus depan telah menjadi semacam perut sosial,.

“Isi usus tengah dan usus belakang dicerna, sedangkan isi usus depan dimaksudkan untuk dibagikan, Trophallaxis, atau tindakan memuntahkan makanan ke dalam mulut organisme lain, sangat umum pada spesies yang sangat sosial seperti semut,” kata Adria.

BACA JUGA :  Disdik Kabupaten Bogor Minta Sekolah Tak Pungut Iuran Perpisahan dan Study Tour

Selama peristiwa trofalaksis, nutrisi dan protein diteruskan dari perut sosial satu individu ke perut lainnya, dan melalui serangkaian pertukaran ini, semut menciptakan “sistem peredaran darah sosial” yang menghubungkan setiap anggota koloni.

“Jika Anda melihat satu koloni, dalam satu menit Anda mungkin melihat 20 peristiwa trofalaksis,” kata Adria.

Adria mengisahkan, sekitar lima tahun lalu, dirinya menerbitkan sebuah makalah yang mengkarakterisasi fakta bahwa ketika semut melakukan trophallaxis, mereka tidak hanya membagi makanan eksternal, namun mereka juga membagikan hormon, isyarat pengenalan teman sesarang, RNA kecil, dan segala macam hal lainnya.

Dengan memuntahkan cairan ke mulut satu sama lain, semut tidak hanya bertukar nutrisi, akan tetapi semut dapat menciptakan jaringan sosial pencernaan di mana energi dan informasi beredar terus-menerus di seluruh koloni untuk dikumpulkan oleh individu yang membutuhkan sumber daya ini.

BACA JUGA :  SPMB 2026 Kabupaten Bogor Resmi Dibuka, Simak Jadwal Lengkapnya

Adria menganggap koloni semut bukan sebagai kumpulan semut individu, tetapi sebagai “superorganisme kolonial”, di mana koloni pada dasarnya berfungsi seolah-olah itu adalah tubuh.

Sama halnya seperti tubuh memiliki jaringan dan organ yang melakukan pekerjaan untuk mendukung tujuan bersama.

Meski kelompok semut memiliki pekerjaan yang berbeda beda, tapi dapat dianggap sebagai jaringan dan organ superorganisme.

Dengan demikian, peran individu semut dalam koloni juga dapat ditentukan oleh isi perut sosialnya. Apa yang disebut semut perawat yang merawat anak semut cenderung memiliki jumlah protein anti-penuaan yang lebih tinggi daripada anggota koloni lainnya. Ini untuk memastikan bahwa mereka bertahan hidup untuk merawat generas mendatang. (*)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================