20 Perajin Kampung Batik
20 Perajin Kampung Batik Ikuti Kegiatan Manajerial dan Konsultasi yang digelar Fakultas Ekonomi Unida, Ciawi Bogor, Senin (20/12/2021).

Dirinya mencontohkan, batik yang memiliki permasalahannya dalam pasca produksi. Seperti adanya tingkat kesulitan dalam pemasaran, daya saing dan penjualan, sehingga profil usahanya yang terkesan statis.

Sementara, Founder Inen Signature, Inen mengatakan bahwa ecoprint merupakan salah satu teknik membuat pola pada kain dengan manggunakan bahan dari alam seperti daun, bunga, dan lain-lain.

BACA JUGA :  Mitsubishi Siapkan Generasi Baru Xpander, Masuk Daftar 13 Model yang Akan Diluncurkan Hingga 2030

Mengingat batik adalah produk asli Indonesia maka ecoprint ide pertama muncul dari luar negeri terutama sekelompok orang yang peduli pada lingkungan.

Namun pada akhirnya ecoprint lebih cepat berkembang di Indonesia karena bahan yang digunakan berasal dari alam atau tumbuh-tumbuhan yang tersedia di sekitar masyarakat Indonesia.

Dengan beraneka ragam dan tidak mengenal musim, dan pembuatan bahan atau kain ecoprint membutuhkan tenaga dan waktu lebih dibanding membuat batik print atau batik cap dengan keunggulan ramah lingkungan.

BACA JUGA :  Kanker Payudara pada Pria: Jarang, tapi Nyata dan Sama Berbahayanya

“Sehingga diharapkan teknik pembuatan pola atau bahan dengan teknik ecoprint menjadi salah satu alternatif,” Tutup Inen. (B. Supriyadi)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================