
BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Setelah mendapatkan hibah aset lahan bantuan dari Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dengan nilai keseluruhan sebesar Rp 345,7 miliar. Pemerintah Kota Bogor telah mematangkan pusat Pemerintahan di lahan seluas 10,2 hektare yang terbagi dibeberapa wilayah Kota Bogor.
Diantaranya, lahan seluas 6 hektare yang berada di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, kemudian lahan seluas 3,2 hektare di Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, dan beberapa titik tersebar di kawasan proyek Regional Ring Road (R3) di Kecamatan Bogor Timur seluas total 1 hektare.
Diatas lahan seluas 6 hektare yang berada di Kelurahan Katulampa, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, ini salah satu calon lahan perkantoran Pemerintahan Kota Bogor masa depan.
“Ini gak jauh, sangat strategis dan menjanjikan. Artinya kalo kita betul-betul bangun semua fasilitas perkantoran Kota Bogor bisa terintegrasi disini,” kata Dedy saat meninjau lahan beberapa waktu lalu.
Menurut Dedie, membutuhkan waktu sekitar 2-3 tahun untuk mengelola atau menyiapkan planingnya, agar Kota Bogor punya pusat pelayanan publik terpadu. “Akan berdiri sekitar 20 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dari total 30 OPD yang ada di Kota Bogor,” katanya.
Selain itu, lahan seluas 2,5 hektare yang berada disamping Kelurahan Katulampa, rencananya akan dijadikan kantor samsat. “Jadi samsat yang sekarang ada di Bakorwil, rencana kedepan akan menempati lahan tadi,” katanya.
Kemudian Dedy menambahkan, lokasi calon pusat pemerintahan baru Kota Bogor mempunyai 2 akses. Pertama akses dari Tol Jagorawi atau melalui jalur Regional Ring Road (R3) dan dilanjutkan melalui jalur Sumarecon.
“Kemudian tahun depan Insha Allah pengembang akan bikin frontage road samping tol dari Danau Bogor Raya sampai kesini. Jadi, nyambung semua,” pungkas Dedie. (Aditya)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














