
“Pemerintah tidak bisa sendiri dalam melakukan kegiatan untuk masyarakat, kemitraan dengan Masyarakat (yayasan, Komunitas, perusahaaan) harapannya dapat mempercepat program kerja pemerintah kota dan DP3A pada khususnya,” tutur Iceu.
Ditempat yang sama, Ketua Yayasan Rumah Kedua (YRK), Dewi Puspasari mengatakan, Yayasan Rumah Kedua didirikan pada pertengahan 2021 oleh pemerhati sosial yang peduli dan aktif di masyarakat khususnya untuk ADHA (Anak dengan HIV/ AIDS), Anak Disabilitas Intelektual dan Kesehatan Mental Perempuan.
“VISI Yayasan Rumah Kedua adalah menyelamatkan generasi penerus bangsa. Karena kami percaya bahwasanya Perempuan yang sehat secara Mental dan fisik akan melahirkan Putra/Putri yang sehat dan cerdas sebagai Generasi Penerus Bangsa,” ujarnya.
Organisasi non profit ini, didirikan untuk memberikan kontribusi nyata
dan berkesinambungan kepada masyarakat di Kota Bogor.
“Kami sebagai warga masyarakat ingin mengajak Masyarakat untuk lebih peduli dalam mengusahakan pencegahan peningkatan jumlah ADHA, Anak Spesial Disabilitas Intelektual, Penderita kesehatan mental Perempuan di Kota Bogor,” tutup Dewi.
Sebagai informasi, hadir pembicara dalam seminar itu, adalah, Iceu Pujiati Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bogor, dr. Udji Priyatna Rs. Marzuki Mahdi, kemudian Rina Arsanti Palupi Ketua Puspaga Wening Asih, Ketua Yayasan Rumah Kedua Dewi Puspasari, Lita Ketua Divisi Kesehatan Mental Perempuan, beserta kedua Selebgram Bogor, ialah @salmacalla dan @anindiaaaw. (Aditya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















