
Idenya didukung Mardianto, pemilik tempat kursus jahit dan konveksi Harapan Antar Sesama (HAS). Dia mempersilakan mesin-mesin jahit yang ada di tempatnya dimanfaatkan untuk berlatih. Begitupun sisa kain dan benang jahit yang tidak dipergunakan lagi, boleh dipakai. Dukungan lalu bertambah dari Enny Wulan, Ketua TP PKK Kelurahan Sindang Sari waktu itu, yang memang berpengalaman di bidang fashion.
September 2020, ide Nining pun terwujud. Sebanyak 15 ibu menyatakan bersedia bergabung dalam gerakan itu. Lahirlah gerakan HAS Sabilulungan, “Yang artinya kurang lebih, Harapan Antar Sesama saling tolong menolong dalam kebersamaan,” lanjut Nining waktu itu. Dukungan berlanjut kemudian datang dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yane Ardian. (bogor-today.com / Aditya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================


















