Oleh sebab itu, Rizal mengungkapkan kekaguman dan mengapresiasi Abah Wahyu Kujang yang sejak dekade 1990an melestarikan kujang sebagai warisan budaya masyarakat Sunda.

“Selain sebagai senjata tradisional, kujang sendiri memiliki ikatan historis dan kebudayaan dengan tanah Sunda, juga memiliki makna dan simbol kebudayaan yang kuat. Kujang juga merefleksikan ketajaman dan daya kritis dalam kehidupan juga melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi hak, kebenaran dan keadilan,” ungkapnya.

Dilokasi yang sama, Seniman Kujang, Abah Wahyu Affandi menuturkan, kedatangan Rizal Ramli merupakan bentuk kepedulian terhadap budaya sunda. Beliau datang bersama sahabat karibnya Yongki Cakra Buana, yang merupakan pemegang kujang dan membangun saung kujang pajajaran.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Bangga, Panda Pertama Indonesia Lahir di Kabupaten Bogor

“Tadi ada dialog yang curhat keinginan ke depan,dan pak Rizal Ramli adalah orang yang independen berbicara kritikan terhadap pemerintah sekarang, itu adalah kejujuran beliau selama ini yang tidak ingin melihat rakyatnya terlalu lama menderita,” ungkapnya.

Abah Wahyu mengaku tidak khawatir dengan perjuangan budaya Sunda. Karena setiap orang yang terpanggil jiwa seni sundanya itu mulai tumbuh dengan sendirinya. Perlu ada perhatian khusus kepada para budayawan yang melestarikan budaya.

BACA JUGA :  Jangan Abaikan Tanda-Tanda Metabolisme Bermasalah, Bisa Berdampak pada Kesehatan Hati

“Kadang-kadang tidak ada bantuan dari pemerintah, tetapi mereka jalan, ada kongres budayawan di Jawa Barat mereka mengeluh, bukan meminta, kenapa sampai hari itu tidak ada bantuan dari pemerintah baik tingkat provinsi baik tingkat pusat. Walaupun ada hanya satu event saja. Tapi pelaku seni di bawah belum tersentuh,” pungkasnya. (B. Supriyadi).

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================