BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Rizal Ramli didorong untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Republik Indonesia pada 2024 saat kumpul bareng budayawan Sunda di Saung Kujang Pajajaran di Kota Bogor.
Ia mengisahkan, sejak menjadi mahasiswa, dirinya berpikir dan tidak terima jika bangsa Indonesia yang diketahui kaya raya akan sumber daya alamnya namun mayoritas masyarakatnya miskin dan dinilai tak pernah menikmati arti kemerdekaan sesungguhnya.
Menurutnya, tanah Pasundan tak lepas dari historisch lot yang menjadi penggerak para tokoh kemerdekaan dibandingkan kota lain. Seperti Tirto Adhisuryo, Tjipto Mangunkusumo, Ki Hadjar Dewantara, Soeryopranoto, Douwes Dekker, Sosrokartono, Abdul Muis, Hatta, Sukarno, Natsir dan Sutan Sjahrir.
“Kalau tanah Pasundan aman nusantara pasti aman, kalau tanah Pasundan damai, nusantara pasti damai, kalau tanah Pasundan makmur insya allah rakyat Indonesia makmur,” terang Rizal kepada wartawan, belum lama ini.
Dengan demikian, kata Rizal perjuangan itu bisa dimulai dari tanah Pasundan mengubah Indonesia agar berkah Allah dalam sumber daya alam dan lain-lain bisa digunakan untuk kemakmuran bangsa.
RR sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa kehadirannya berkumpul bersama budayawan di tempat pembuat kujang Abah Wahyu Affandi Suradinata tujuannya adalah untuk menggali nilai senjata kujang yang menurutnya kujang bukan hanya memiliki artian senjata tradisional namun memiliki nilai sakral untuk menguji diri manusia sendiri. Sehingga, dapat tetap mengingat tuhan dengan kata dan tindakan.
Oleh sebab itu, Rizal mengungkapkan kekaguman dan mengapresiasi Abah Wahyu Kujang yang sejak dekade 1990an melestarikan kujang sebagai warisan budaya masyarakat Sunda.
“Selain sebagai senjata tradisional, kujang sendiri memiliki ikatan historis dan kebudayaan dengan tanah Sunda, juga memiliki makna dan simbol kebudayaan yang kuat. Kujang juga merefleksikan ketajaman dan daya kritis dalam kehidupan juga melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi hak, kebenaran dan keadilan,” ungkapnya.
Dilokasi yang sama, Seniman Kujang, Abah Wahyu Affandi menuturkan, kedatangan Rizal Ramli merupakan bentuk kepedulian terhadap budaya sunda. Beliau datang bersama sahabat karibnya Yongki Cakra Buana, yang merupakan pemegang kujang dan membangun saung kujang pajajaran.
“Tadi ada dialog yang curhat keinginan ke depan,dan pak Rizal Ramli adalah orang yang independen berbicara kritikan terhadap pemerintah sekarang, itu adalah kejujuran beliau selama ini yang tidak ingin melihat rakyatnya terlalu lama menderita,” ungkapnya.
Abah Wahyu mengaku tidak khawatir dengan perjuangan budaya Sunda. Karena setiap orang yang terpanggil jiwa seni sundanya itu mulai tumbuh dengan sendirinya. Perlu ada perhatian khusus kepada para budayawan yang melestarikan budaya.
“Kadang-kadang tidak ada bantuan dari pemerintah, tetapi mereka jalan, ada kongres budayawan di Jawa Barat mereka mengeluh, bukan meminta, kenapa sampai hari itu tidak ada bantuan dari pemerintah baik tingkat provinsi baik tingkat pusat. Walaupun ada hanya satu event saja. Tapi pelaku seni di bawah belum tersentuh,” pungkasnya. (B. Supriyadi).
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















