
Makam berwarna biru itu sendiri bukanlah makam fiktif, melainkan benar-benar makam dua bayi yang meninggal dunia. Sang ayah, Hikma (48 th) menceritakan, kedua anaknya itu meninggal dunia karena sakit. Satu anak laki-lakinya wafat setelah berusia 14 hari. Setahun kemudian satu anaknya yang baru dilahirkan dan berusia 3 hari juga meninggal dunia. Keduanya meninggal dunia sebelum sempat diberi nama.
Waktu itu kata Hikma kedua makam tersebut hanya diberi nisan batu untuk penanda lokasi kuburan anak-anaknya lantaran tidak punya biaya. Perbaikan makam yang lebih bagus dengan pemberian nama baru dilakukannya pada tahun 2016.
Mengenai penamaan 2 anaknya di makam tersebut, Hikma mengakui memang terinspirasi dari serial anak-anak, Upin dan Ipin di televisi yang punya karakter kuat sebagai anak-anak.
“Tahun 2016 waktu buat makam itu, tayangan Upin-Ipin sudah banyak digemari anak-anak jadi nama itu yang saya berikan di makam,” Hikma menceritakan
Pria yang tinggal di kelurahan Mamboro, Kota Palu itu mengaku baru tahu makam anaknya viral di media sosial setelah ditunjukkan oleh anggota keluarganya dan tidak mempermasalahkannya. Hanya saja dia membantah kedua anaknya yang meninggal dunia itu adalah muasal cerita serial tv yang sohor dari Malaysia itu, Upin dan Ipin. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














