Berikutnya Maret sampai Juni menyasar para petugas pelayanan publik dan para lansia. Selanjutnya mulai Juli sampai dengan sekarang menyasar masyarakat umum secara bertahap.

Kelanjutannya ada pemberian vaksinasi dosis 3 atau booster untuk para petugas kesehatan dan penunjang yang diselenggarakan pada Agustus 2021.

Kemudian vaksinasi bagi anak-anak remaja usia 12 sampai 18 tahun dan terakhir pada Desember lalu dimulai vaksinasi untuk anak usia 6 sampai 11 tahun.

Vaksinasi awalnya dilaksanakan di 6 sentra besar. Kemudian untuk mencapai percepatan, vaksinasi diselenggarakan berbasis wilayah di 68 kelurahan. Percepatan penyelenggaraan vaksinasi mendapatkan bantuan dari TNI dan POLRI, dan menerapkan strategi mobilisasi yang melibatkan banyak unsur. Seperti pembentukan Direktur Vaksin yang dijabat oleh para kepala OPD dengan membuka sentra-sentra vaksinasi.

Ada berbagai elemen terlibat pada penyelenggaraan vaksinasi. Untuk sumber daya manusianya, telah dilibatkan berbagai pihak seperti para ASN, anggota TNI dan POLRI, Pramuka, anggota ormas, parpol dan anggota organisasi profesi dan berbagai komunitas masyarakat.

BACA JUGA :  7 Jenis Ikan yang Aman Dikonsumsi Penderita Kolesterol Tinggi

VAKSINASI

Lokasi dan penyelenggaraan vaksinasi juga didukung berbagai pihak seperti pusat-pusat perbelanjaan dan sekolah sampai dengan penyelenggaraan konsep drive thru bekerjasama dengan Halodoc. Bahkan juga dibentuk tim pemburu vaksin.

Vaksinasi hanya salah satu dari sekian upaya yang dilakukan untuk mengatasi pandemi covid 19. Tindakan lainnya adalah testing terhadap suspek, pelacakan terhadap masyarakat yang kontak erat dengan penderita covid-19, serta Isolasi bagi warga yang dinyatakan positif terpapar covid-19 dan penanganan klinis. Beberapa tempat yang dijadikan karantina seperti RS Lapangan, BPKP Ciawi, Asrama IPB dan pusat isolasi berbasis wilayah.

BACA JUGA :  Tanamkan Jiwa Berbagi, SIT Bina Bangsa Sejahtera Bogor Sembelih 5 Sapi dan 26 Domba

 

VAKSINASI

Tindakan penting lain adalah mengedukasi masyarakat untuk mengimplementasikan protokol kesehatan di setiap aktivitas. Untuk mengedukasi masyarakat telah dilakukan berbagai aktivitas. Diantaranya Pembentukan RW Siaga Covid, Gerakan 1000 Masker, Gebrak Masker, Kampanye massif melibatkan SKPD, OP, Ormas, dan LSM, Pembentukan Tim Merpati dan Tim Elang, serta menyusun dan menerbitkan 9 produk hukum. Juga pembatasan aktivitas masyarakat dengan berbagai skala.

Jangan sampai ihktiar yang dilakukan selama ini tidak efektif untuk mengatasi pandemi, maka kewaspadaan semua pihak tetap diperlukan. Patuhi prokes dimana pun dan dalam kegiatan apapun, karena pendemi belum usai. Semoga puncak penularan tidak terlampaui seperti yang terjadi pada Juli 2021, ketika kasus harian Kota Bogor mencapai 669 kasus positif. (Adv)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================