Sementara, Subkoordinator Mitigasi Gunungapi Wilayah Timur Indonesia PVMBG, Devy Kamil, mengatakan bahwa rangkaian erupsi Gunung Anak Krakatau dalam dua hari terakhir masih fase erupsi awal.

“Sekarang baru awal fase erupsi, kemungkinan bakal ada erupsi. Tapi indikasi erupsi besar belum ada,” kata Devy.

BACA JUGA :  Pengemudi Microsleep, Toyota Fortuner Terguling di KM 30 Jagorawi

Kendati demikian, Devy memastikan aktivitas Krakatau dengan tsunami tidak selalu berkolerasi.

“Yang terjadi di 2018 belum tentu terjadi lagi,” kata Devy.

Kata dia, sejauh ini aktivitas gunung api Anak Gunung Krakatau ancamannya hanya lontaran batu dan abu di radius 2 kilometer.

BACA JUGA :  Mengunyah Bisa Usir Kantuk? Ini Penjelasan Ilmiah di Baliknya

“Statusnya level 2 atau waspada,” tegasnya. (*).

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================