Selain penunjukkan ketua dan sekretaris, dibentuk pula sebuah komisi dengan delapan anggota, yaitu:

  1. Sjamsuddin Sutan Makmur,
  2. B.M. Diah,
  3. Abdul Rachmat Nasution,
  4. Ronggo Danukusumo
  5. Mohammad Kurdie,
  6. Bambang Suprapto
  7. Sudjono, dan
  8. Suprijo Djojosupadmo.

Selain PWI, terdapat organisasi lain yang juga berperan dalam memperjuangkan bangkitnya pers Indonesia, yaitu Serikat Penerbit Suratkabar (SPS), yang berdiri di Yogyakarta, 8 Juni 1946.

BACA JUGA :  Polisi Selidiki Teror Pocong di Cibinong Bogor

Alasan terbentuknya SPS adalah karena pada waktu itu, pers nasional harus segera ditata dan dikelola, serta dikomersilkan mengingat pers asing dan penjajah masih ada dan berusaha mempertahankan pengaruhnya.

Tahun ini, peringatan Hari Pers Nasional untuk tahun 2022 dipusatkan di Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan tema Sultra Jaya Indonesia Maju. Dalam rangkaian kali ini, akan didiskusikan peran pers dalam pelestarian lingkungan hidup.

BACA JUGA :  Sambut Hari Lingkungan Hidup, Warga Mekarjaya dan PTPN IV Regional I Normalisasi Sungai Cikalong

Demikianlah sejarah dan fakta dari ditetapkannya 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional, yang merupakan hasil kebijakan keppres Presiden Soeharto.***

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================