
“Tarif harus sesuai, jangan sampai pengusaha meraup untung yang banyak dari pelayanan publik ini. Karena saat ini BisKita ini bekerjasama dengan pihak swasta kan, bukan hanya PDJT,” tegasnya.
Zenal memaparkan, selain itu ada aspirasi yang masuk ke DPRD Kota Bogor yaitu terkait kejelasan rekrutmen sopir angkot, diharapkan hal itu dijalankan oleh PDJT, agar sopir angkot yang kehilangan pekerjaannya dibantu semuanya masuk sesuai dengan kemampuan mereka.
“Termasuk untuk persoalan surat izin mengemudi yang berbeda antara angkot dengan bus. Ya, harus dibantu itu juga,” jelasnya.
Zenal menambahkan, karena saat ini banyak keluhan dari sopir angkot yang dilalui BisKita Transpakuan ada penurunan pendapatan yang cukup signifikan.
“Dari satu sisi bagus, pelayanan BisKita ini membuat masyarakat nyaman. Tapi disatu sisi harus dipikirkan nasib harus dipikirkan nasib sopir angkot karena mereka punya keluarga yang harus dipenuhi kebutuhannya,” pungkasnya. (Aditya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















