BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Suratman, salah satu pemilik Pabrik Tempe di Jalan H. Salim, Kelurahan Pasirkuda, Kota Bogor ini merasa kebingungan dengan melonjaknya harga kacang kedelai saat ini. Ia pun memutuskan untuk mengurangi jumlah takaran kacang kedelai dalam pembuatan tempe.

Dalam setiap hari, pabrik tempe miliknya itu membutuhkan 500 kilogram kacang kedelai untuk memproduksi tempe yang setiap harinya akan dikirimkan ke para pedagang di Pasar Bogor.

“Kita tetap jumlahnya 500 kilogram tapi lebih dikurangi takarannya aja untuk buat tempe,” katanya kepada Bogortoday.com, saat disambangi di Pabrik Tempe miliknya, Selasa (15/2/2022).

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Cetak Sejarah, Rapat Paripurna HJB ke-544 Digelar di Pelosok Kabupaten Bogor

Dalam beberapa hari kedepan menurut Suratman, harga tempe di pabrik-pabrik di Kota Bogor akan mengalami kenaikan.

“Untuk saat ini harga tempe di Pabrik tersebut masih normal, mulai dari Rp 4 ribu sampai Rp 12 ribu dengan ukuran yang berbeda,” jelasnya.

Ia pun mengatakan, kenaikan harga tersebut sudah didiskusikan semalam bersama pengusaha tempe dan tahu lainnya yang ada di Kota Bogor.

“Kita rapat semalam di Cimanggu, sekarang masih menunggu,” ucapnya.

BACA JUGA :  Polisi Selidiki Teror Pocong di Cibinong Bogor

Dengan kenaikan harga kacang kedelai saat ini sudah beberapa kali terjadi, sehingga banyak pabrik yang gulung tikar.

Suratman mengungkapkan bahwa pada hasil rapat pengusaha tempe dan tahu semalam, untuk beberapa pabrik yang berada di daerah-daerah memutuskan untuk berhenti beroperasi selama 3 hari.

“Kalau kita pengusaha yang ada di Kota masih nunggu keputusannya, apakah akan ikut tidak beroperasi juga atau akan tetap kaya gini, kalau naikin harga itu pasti nanti dinaikin,” pungkasnya. (Aditya)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================