
Rino mengatakan, hasil penilaian 4 aspek tersebut dikelompokan dalam 3 kategori kinerja BUMD Air Minum yaitu, Sehat, dengan nilai kinerja lebih dari 2,8. Kurang Sehat, dengan nilai kinerja 2,2 sampai dengan 2,8. Sakit, dengan nilai kinerja kurang dari 2,2.
Menurutnya, terdapat 34 Provinsi di Indonesia dengan 416 Kabupaten dan 98 Kota hasil data dari Kementrian Negeri pada Tahun 2018. Dari total 514 Kabupaten/Kota tersebut, data BUMD Air Minum yang tercatat dalam database PERPAMSI adalah sebanyak 401 BUMD Air Minum. Pada tahun 2021 jumlah BUMD Air Minum yang dapat dievaluasi adalah 388 BUMD Air Minum.
Namun, masih kata Rino, terdapat 13 BUMD Air Minum yang tidak dapat dievaluasi karena sudah tidak beroperasi/tidak aktif (4 BUMD Air Minum), berubah menjadi UPTD (3 BUMD Air Minum), bergabung dengan BUMD Air Minum lainnya (1 BUMD Air Minum) dan belum menyusun laporan keuangan dan laporan teknis (5 BUMD Air Minum).
“Tirta Pakuan terus berupaya memperbaiki kinerja dan mutu pelayanan secara berkelanjutan. Percepatan pertumbuhan perusahaan melalui inovasi baru dan memanfaatkan peluang-peluang bisnis, menjadi strategi kunci keberhasilan Perumda Tirta Pakuan dalam meningkatkan Kinerja,” jelas dia.
Dengan begitu, keberhasilan kinerja Perumda Tirta Pakuan ini tidak lepas dari peran serta Wali Kota Bogor Bima Arya sebagai pemilik perusahaan dalam meningkatkan modal perusahaan.
“Demikian juga peran Dewan Pengawas Perumda Tirta Pakuan yang selalu memberikan saran dan solusi atas Program Kerja yang merupakan strategi dalam percepatan. Sehingga meraih predikat BUMD Air Minum Sehat dan 10 besar nasional dari Kementerian PUPR,” tutup Dirut Rino. (Aditya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















