Kata dia, besarnya dimensi butiran es dan kuatnya aliran udara turun dalam sistem awan CB (downdraft, red) menyebabkan butiran es berukuran cukup besar yang terbentuk dipuncak awan CB tersebut turun ke dasar awan hingga keluar dari awan dan menjadi fenomena hujan es.

Kecepatan downdraft dari awan Cb yang signifikan dapat mengakibatkan butiran es yang keluar dari awan tidak mencair secara cepat di udara, dan bahkan ketika sampai jatuh ke permukaan bumi pun masih dalam berbentuk butiran es yang dikenal dengan fenomena hujan es.

BACA JUGA :  Benarkah Harimau Takut pada Kucing? Ini Fakta Ilmiahnya

“Mengingat potensi cuaca ekstrem (puting beliung, hujan es, hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang) dapat terjadi hingga Maret-April mendatang kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya potensi cuaca ekstrem,”pinta Guswanto.

BACA JUGA :  BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 yang Beredar di Medsos adalah Hoaks

Selain itu, Guswanto juga mengingatkan akan adanya potensi bencana lainnya yang ditimbulkan seperti bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, jalan licin, pohon tumbang, dan lain-lain (*).

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================