BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Pengambilan uang Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kantor Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu terpantau timbulkan kerumunan hingga dianggap melanggar protokol kesehatan (prokes)

Tak hanya prokes, kerumunan itu juga menyebabkan kemacetan hingga sekitar satu kilometer.

Salah seorang warga Desa Leuwisadeng, Irmawati (23) mengaku saat itu dirinya tengah mengantarkan sang nenek yang mendapatkan bantuan sosial tunai.

Melihat kondisi kerumunan itu, ia mengaku, khawatir terpapar Covid-19 karena berdesakan tanpa adanya jaga jarak (sosial distancing) saat mengantri.

“Katanya omicron, tapi kok berdesakan dan tidak ada imbauan untuk jaga jarak,” ujar Irmawati kepada wartawan, belum lama ini.

BACA JUGA :  Jetour T2 i-DM Siap Meluncur di Indonesia, SUV Plug-in Hybrid dengan Jarak Tempuh Tembus 1.000 Km

Menurut dia, Penyaluran BPNT yang sesuai dengan aturan pemerintah seharusnya disalurkan kepada warga melalui kantor desa atau dengan sistem ke rumah rumah.

Berdasarkan keterangan TKSK Kecamatan Leuwisadeng, Cefi, bahwa penyaluran Bansos diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 4 desa di kecamatan setempat, yakni Wangunjaya, Leuwisadeng, Babakansadeng dan Sadengkolot.

Terkait kerumunan, Cefi enggan berkomentar banyak soal penyaluran BPNT.

Sementara, Koordinator Lapangan PT Pos Indonesia Sektor Leuwiliang, Riyan Nurdiansyah mengatakan, kerumunan KPM saat penyaluran Bansos tersebut terjadi pada siang hari.

BACA JUGA :  Jangan Langsung Dibuang! Sisa Makanan Ini Bisa Menyuburkan Tanaman di Rumah

Menurutnya, hal itu disebabkan akibat warga penerima manfaat yang datang tidak sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

“Ia agak kewalahan, karena memang tingginya antusiasme dari masyarakat (KPM) tetapi, masyarakat datangnya diluar daripada jadwal yang sudah ditentukan, karena memang nuansa-nuansa diluar daripada prediksi, tetapi kami berupaya menyalurkan,” katanya.

Menurutnya, kajadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi pihaknya kedepan dari sisi penjadwalan yang sudah di skemakan.

“Tentunya ini akan menjadi bahan evaluasi kami kedepan, kenapa warga desa yang kemarin sudah dijadwalkan itu tidak datang, tiba tiba hari ini datang,” katanya. (*)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================