“Iya dari Malang Raya saja saya ngambilnya (daging sapi) bukan impor,” tutur dia.

Sumina mengatakan, kenaikan harga daging sapi ini pun tidak bisa diprediksi terjadinya. kenaikan itu terjadi bukan karena menjelang bulan Ramadhan atau Idul Fitri.

“Atau bulan penting lainnya. Tidak bisa ditebak kalau sapi ini. Namun yang pasti sekali naik harganya sulit turun. Pada awal saya jualan enam tahun lalu, masih Rp 90 ribu (per kilogram). Terus, sekarang ini jadi Rp 125 ribu. Naik terus kalau sapi,” tuturnya.

BACA JUGA :  Kumpulan Doa Agar Hutang Cepat Lunas dan Rezeki Lancar, Amalkan dengan Ikhtiar

Sementata itu, dampak dari kenaikan harga ini tidak membuat penjualan daging di lapak Sumina menurun. Katanya pemebeli di daerah Kota Malang ini tidak rutin mengkonsumsi daging sapi.

“Enggak menentu mas meskipun naik atau turun harganya itu. Kadang naik itu bisa ramai pembeli daging kayak dua hari lalu. Jadi tergantung situasi pasar saja kalau di sini,” tutur dia.

Terpisah, Kepala Diskopindag Kota Malang, M Sailendra menyebut bahwa stok sapi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebenarnya aman.

BACA JUGA :  Jenal Mutaqin Ajak Warga Manfaatkan Program Sunat Gratis di Puskesmas se-Kota Bogor

Dia menyebut jika ada kenaikan harga daging sapi di Kota Malang bukan karena stok sapi yang menipis.

“Kalau daging sapi itu informasi yang kami terima dari provinsi dari bu Gubernur ketersediaannya sudah anggap mencukupi sampai lebaran. Sehingga kalau ada kenaikan harga terjadi karena daerah-daerah lain mengalami perbuhan kenaikan harga,” katanya. (net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================