
Setelah pengumuman tersebut dibuatnya timbul pertanyaan dari para peserta yang terheran-heran.
Bagaimana mungkin satu orang putri tersebut bisa menerima lamaran dari puluhan (ratusan) orang yang ingin menjadi suami dari dirinya.
Saat yang lainnya terheran-heran, Putri Mandalika memutuskan untuk menjatuhkan dirinya ke laut dan hanyut ditelan ombak.
Melihat hal tersebut, para calon pelamar Putri Mandalika berusaha menyelamatkan sang permaisuri dari derasnya ombak.
Sayangnya, tak ada satupun dari mereka yang berhasil melakukan hal tersebut dan tubuh sang putri hilang ditelan laut.
Setelah kepergian sang putri, dari laut muncul binatang-bintang kecil yang jumlahnya amat banyak dan menyerupai cacing panjang.
Oleh warga setempat ternyata cacing tersebut dikenal dengan sebutan ‘Nyale’ dan dipercaya sebagai jelmaan dari Putri Mandalika.
Tak hanya dijadikan sebagai nama sirkuit untuk ajang MotoGP Indonesia 2022 saja, ternyata pengorbanan Putri mandalika ini juga dikenang oleh masyarakat Lombok.
Mereka setiap bulan Maret setiap tahunnya selalu memperingati kematian sang Putri Mandalika dengan Upacara Nyale atau Bau Nyale.
Dalam acara tersebut, seluruh masyarakat Lombok dari wilayah Kute, Pantai Seger, Pantai Kaliantan hingga Pantai Tabuan berkumpul di Pantai Kuta Lombok.
Mereka semua berharap bisa bertemu dengan jelmaan Putri Mandalika dengan cara menangkap cacing Nyale.
Masyarakat datang dan membawa jaring atau penangkap lainnya demi mendapatkan ‘Putri Mandalika’. Masyarakat pun berenang ke dalam laut demi bisa mendapatkan satu bakul penuh cacing nyale tersebut.(*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















