Kereta gantung
Bupati Bogor, Ade Yasin.

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Rekomendasi kereta gantung atau cable car yang diusulkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengurai kemacetan di kawasan puncak ditanggapi Bupati Bogor, Ade Yasin.

Menurutnya, dengan anggaran Rp 7,3 triliun dinilai terlalu mahal. “Kemahalan, kalau menurut saya, lebih baik Puncak 2 saja selesaikan,” tegas Ade kepada wartawan, Selasa (22/3/2022).

BACA JUGA :  Puncak HJB ke-544, Pemkot Bogor Tabur Penghargaan Bagi Masyarakat Kontributif dan Mitra Strategis

Ade mengakui bahwa pembangunan Puncak 2 tidak semahal membangun kereta gantung yang menelan anggaran kurang lebih hanya Rp 1 triliun.

“Untuk kereta gantung sebaiknya dibangun untuk pariwisata saja. Namun, jika jalur Puncak 2 dibangun, masyarakat yang hendak menuju Cianjur dan Bandung bisa terbantu,” ujarnya.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Museum Pajajaran Mulai Dibuka Resmi untuk Umum

Sementara itu, Kabag Humas BPTJ, Budi Rahardjo menyebut Rekomendasi itu merupakan kajian BPTJ untuk menjawab usulan dan wacana berbagai pihak yang sudah muncul sejak lama yang menginginkan adanya transportasi berbasis rel untuk mengurangi kemacetan di Kawasan Puncak.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================