Rino melanjutkan, pihaknya juga mengecek setelah rangkaian dua bulan lalu yang kondisi aliran airnya kurang baik. Setelah ditanya beberapa warga, diketahui sudah mulai membaik didaerah Bogor Barat.

Selain itu, pihaknya menyosialisasikan aplikasi Simotip kepada warga sekitar situ gede yang nantinya akan dikembangkan menjadi bagian move ordernya petugas Tirta Pakuan.

Rino juga menerangkan, untuk belanja persoalan di Bogor Barat rata-rata pelanggan tercatat sebanyak 95 persen rumah tangga, jam pemakaian sama pagi dan sore.

BACA JUGA :  Mengapa Air Zamzam Tidak Pernah Habis? Ini Penjelasan dari Sisi Keagamaan dan Ilmiah

“Dihitung dahulu kebutuhan masyarakat itu berapa kubik kebutuhannya dalam sehari, di Jabaru telah dibangun reservoir untuk menangani persoalan pengaliran air di Bogor Barat.

“Kami juga ada tadi Simotip, sistemnya yang akan jalan sehingga mudah menangani persoalan-persoalan di satu titik. Kalau komplain melalui aplikasi Sibadra milik Pemkot Bogor, nanti disampaikan kepada Simotip,” Rino menambahkan.

Tak hanya itu, Rino juga mengatakan bahwa kehadiran PDAM di lokasi ingin adanya manfaat untuk masyarakat, pertumbuhan ekonomi pasca pandemi ini harus hidup, salah satunya dengan mewujudkan dan mensupport warga situ babakan menjadi tempat pariwisata.

BACA JUGA :  Pemancing Asal Depok Meninggal di Situ Cikaret, Diduga Serangan Jantung

“Kita tahu kalau pariwisata efek ekonominya langsung dirasakan oleh masyarakat, pedagang bakso langsung hidup, pengelola warung hidup, masyarakat penjaga parkir langsung hidup. Ini yang harus kita lakukan untuk kembali memulihkan masa setelah pandemi ini,” tutupnya. (Aditya).

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================