Yudiansyah menyebutkan, kondisi tali pusat jenazah bayi masih panjang. Ia juga memastikan bahwa bukan tenaga kesehatan yang menangani kelahiran bayi tersebut.

“Kalau tenaga kesehatan pasti rapi pemotongan tali pusat dan ada jarak tertentu untuk memotong tali pusatnya,” tuturnya, Kamis (24/3/2022).

Kapolres Natuna mendapat laporan sekitar pukul 10.00 WIB. Kemudian tim langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hal itu diungkap Kapolres Natuna AKBP Iwan Ariyandhy melalui Kapolsek Bunguran Timur, AKP Firuddin.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Parung, Negara Rugi Rp9,1 Miliar

Dari olah TKP yang dilakukan, Polisi menemukan kondisi bayi sudah tidak bernyawa. Selain terbungkus dengan kain lampin, juga ditemukan bercak darah dan rambut yang diduga milik pelaku.

Setelah itu jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan visum. Kemudian diserahkan ke pihak kecamatan untuk dimandikan, di shalat-kan, dan seterusnya dikebumikan.

BACA JUGA :  Tio Pakusadewo Ungkap Perjuangan Melawan Penyakit, Enam Bulan Bolak-Balik Rumah Sakit hingga Jalani Berbagai Perawatan

Jenazah bayi dengan panjang 40 cm dan berat 3 kg itu diduga dilahirkan dan dibuang sendiri oleh ibunya. Pihak kecamatan menguburkan jenazahnya di pemakaman Ranai Darat. (net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================