Pemantauan hilal dilakukan di 101 titik pos pengamatan di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua.

Terkait pemantauan hilal, Yaqut mengatakan Kemenag selalu menggunakan dua metode.

Dua metode tersebut adalah metode hisab atau dengan cara perhitungan, dan metode kedua adalah metode rukyat atau dengan cara melihat langsung keberadaan hilal.

BACA JUGA :  Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H, Visa Mulai Diterbitkan Sejak 31 Mei 2026

Yaqut menegaskan bahwa kedua metode tersebut bukanlah metode yang dipertentangkan, tetapi justru saling melengkapi satu sama lain.

Oleh sebab itu, kata Yaqut dengan dua hal tersebut di atas, posisi hilal sudah di atas ukuf akan tetapi belum memenuhi kriteria MABIMS baru yaitu tinggi hilal 3 derajat. Secara mufakat bahwa 1 Ramadhan 1443 Hijriah jatuh pada hari Ahad, 3 April 2022 masehi,” katanya.(*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================