
“Kalau panen tahun kemaren pada saat pandemi covid melanda hingga menjelang lebaran jurang lebih bisa menghasilkan 5000 lebih, untuk 4 kali panen dalam waktu sebulan,” ungkapnya.
Ia merasakan baru kali ini mengalami gagal panen, walaupun sebenarnya dalam panen sebelumnya belum pernah merasakan hal seperti ini.
“Biasanya ga pernah begini. Ada juga teman yang disebelah sana juga sama mengalami gagal panen bahkan tidak bisa mengambil buah tersebut dan mengalami daun kuning,” tuturnya.
Akibat gagal panen ini, Anen mulai memasarkan hasilnya secara keliling dari pasar ke pasar. Walaupun sebelum mengalami gagal panen ia hanya mengandalkan para tengkulak yang mendatangi kebunnya dengan memborong hasil panennya itu.
“Biasanya 2 hari menjelang puasa ada yang dateng buat ngeborong, untuk mereka pasarkan ke pelanggan toko buah dan pasar. Sekarang karena pendapatan hasil panen saya sedikit dia juga ga ngambil,” pungkasnya. (Aditya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















