Pria yang berkerja mengolah buah Caruluk di Gunung Harenos bersama tiga anggota keluarganya ini menjelaskan, proses menyiapkan kolang kaling ini dimulai dari pengambilan buah Caruluk di hutan. Satu pohon bisa menghasilkan 2-3 kuintal kolang kaling.

Setelah buah dilepas dari batangnya, Caruluk direbus selama satu jam supaya matang lalu buah dikupas untuk diambil kolang kalingnya. Setelah itu, kolang kaling ditumbuk dengan batang kayu lalu direndam menggunakan air yang bening. Selanjutnya kolang kaling siap dijual.

BACA JUGA :  Gaya Hidup Sehat Jadi Pilihan Gen Z, dari Rajin Olahraga hingga Lebih Selektif Memilih Camilan

“Ini dipasarkannya ke wilayah sekitar Bogor, Parung, sampai Ciputat, oleh tengkulak yang mengambil ke sini. Untuk harga kolang kaling yang siap dipasarkan, kami jual Rp8 ribu per kilo,” terangnya.

Ia menuturkan, pembuatan kolang kaling ini merupakan profesi turun temurun. Namun, ia tidak tahu pasti sejak generasi ke berapa profesi ini dijalani.

BACA JUGA :  3 Hal yang Bisa Menghalangi Terkabulnya Doa Menurut Islam, Jangan Diabaikan

“Baru menjalani usaha ini selama sekitar empat tahunan, ini sudah jadi profesi saya sehari hari. Apalagi pohon ini rajin berbuah seperti tidak mengenal musim. Jadi, bukan pas di bulan puasa aja kerjanya. Selain rame di bulan puasa, biasanya di bulan haji juga banyak pesanan,” pungkasnya. (Aditya)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================