
BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Pekan pertama puasa, designer FridAulia Indonesia banjir pesanan hampers Idul Fitri 14433 H.
Frida Aulia Nursanti menyebut 2 minggu menjelang bulan puasa, dirinya sudah memulai untuk memasarkan produknya secara Purchase Order (PO), dengan menyiapkan sebanyak 2000 bingkisan parcel.
“Produk kita sudah keluar hampir sekitar 700 pcs di pekan pertama. Sejak 2 bulan sblm puasa saya sudah membuka PO dan menyetok mukena sekitar 2000. Dengan penjualan sistem PO sudah mulai terserap penjualannya,” ungkap Frida yang juga pemilik butik Neng Geulis.
Selain mukena dan barang lainnya, hampers neng geulis menyediakan bingkisan yang bermacam kue kering hasil kolaborasi pelaku UMKM 32 Juara yang dipadu dengan tumbler dan batik.
Menariknya, designer sekaligus pemilik brand FridAulia Indonesia ini, mengemas hampers tersebut secara cantik dan elegan tentunya sangat bermanfaat dengan menggunakan bahan ramah lingkungan.
“Supaya tidak mubazir, saya tidak menggunakan pita. Kita harus mengemas dengan biaya sehemat mungkin dan tentunya ramah lingkungan,” jelasnya.
Adapun paket boks mini sebanyak 2000 boks dengan harga terjangkau murah yang dikemas secara menarik dengan menambahkan tasbih dan kartu ucapan sebagai hiasan.
“Saya mengganti hiasan ketupat dengan menggunakan kain Tile ditambah kartu ucapan dan hiasan menggunakan Tasbih. Kemudian kita menggunakan tas anyaman, selain harga bersahabat juga ramah lingkungan, karena setelahnya itu bisa dipakai lagi,” tutur Frida.
Saat ini, penjualan hampers secara online mampu mencapai 60 persen sedangkan penjualan offline 40 persen. Banyak pemesan dari kalangan perusahaan atau pribadi yang ingin mengirimkan pesanan melalui jasa pengiriman cepat.
“Ada penambahan daya beli dari konsumen orang luar negeri pesen minta dikirim ketemennya sekitar bogor. Dan berkat sosmed itu kepake banget, dan saya punya SDM yang paham di bidang itu,” ucapnya.
Saat ini produk hampers Neng Geulis ada di beberapa outlet seperti di Raja FO, Kebun Raya Bogor, dan di Gallery Neng Geulis Aeon Mall Sentul. “Insha Allah masih semangat berjuang untuk berjualan, biasanya puncak pembelian itu pada saat THR sudah mulai turun,” pungkasnya. (Aditya)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















