Pedagang sate
Ilustrasi pengeroyokan.

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – BA (40) dan MS dua pedagang sate di Jalan Pandu Raya, Bogor Utara, Kota Bogor dikeroyok sekelompok preman lantaran menolak memberikan uang ‘jatah preman’.

Kapolsek Bogor Utara, Kompol Kuswaha membenarkan insiden itu. Akibat pengeroyokan itu BA mengalami luka sobek di bagian kepala dan tangan kanan, informasinya sudah bisa pulang (tidak dirawat). Sedangkan MS, anaknya luka di bagian wajah, kepala, dan jari tangan, masih dirawat di RS

BACA JUGA :  Jumlah Hewan Kurban di Kota Bogor Tembus 15.800 Ekor, Naik 1.400 dari Tahun Lalu

“Iya kejadiannya pada Rabu (13/4/2022) sore. Satu pelaku utama yang ngebacok sudah kita amankan bersama barang bukti sebilah golok,” papar Kuswaha kepada wartawan, Kamis (14/4/2022).

Kuswaha menceritakan peristiwa pengeroyokan tersebut berawal dari kedua korban menolak memberi uang yang diminta pelaku.

Kuswaha melanjutkan, korban dan pelaku sempat terlibat baku hantam lalu dilerai warga. Tak berselang lama, pelaku kembali datang bersama teman-temannya dan langsung menganiaya kedua korban.

BACA JUGA :  Mitsubishi Siapkan Generasi Baru Xpander, Masuk Daftar 13 Model yang Akan Diluncurkan Hingga 2030

Kepada polisi, salah satu korban, BA, mengatakan saat itu pelaku datang seorang diri ke lapak sate dan sop milik ayahnya, MS. Bahkan BA juga mengaku sempat terlibat baku hantam dengan pelaku.

Saat ini, kata Kuswaha, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memburu para lainnya yang terlibat pengeroyokan.

“Kasusnya masih dalam proses pengembangan,” ujar Kuswaha. (B. Supriyadi)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================