
Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan memaparkan, IPA Unitex akan dicoba 6 bulan ke depan, dilihat kondisi WTP nya seperti apa dan air yang akan di hasilkan seperti apa.
“Dari situ kalau memang hasil kajian kami menguntungkan, kami akan tingkatkan dengan perjanjian kerjasama. Menginisiasi sama-sama kami, jadi waktu itu kondisi zona 1 sangat kekurangan atau defisit air. Setelah itu kami cari sumber yang memungkinkan, salah satunya kami dapat dari Unitex. Kebetulan dari informasi Unitex memiliki WTP yang ingin dikembangkan tidak akan dipakai lagi, tetapi kami kerjasamakan, dimulai menjajaki ke sana,” ungkap Rino.
Rino melanjutkan, kapasitas nya sendiri 50 liter perdetik menurut hasil kajian mereka, cuma pihaknya bakal mengecek kedepannya apa masih 50 liter perdetik atau kurang. Kalau kurang apa yang harus diperbaiki atau akan dimaksimalkan kebutuhan WTPnya. Unitex ini dikhususkan di zona 1, jadi zona satunya akan terbagi dua yang setelah Boxies 123 kebawah Tajur dari Unitex, sedangkan sebelum Unitex itu dari Rancamaya.
“Ya, jadi akan memudahkan buat pelanggan kami di sekitar zona 1 ini, kan selama ini kekurangan terus, teriak terus, pasti sering kekurangan air, hari ini kami buka solusi. Hari ini kami punya dua solusi yaitu kami buat WTP di Rancamaya dan di Unitex, yang Rancamaya kami mulai pending, kami lihat hasilnya di Unitex, seandainya Unitex ini bisa memenuhi kebutuhan, yang Rancamaya akan ditunda pembangunannya dikemudian hari, ya mungkin dua tahun kedepanlah setelah kebutuhan air bisa penuhi,” pungkasnya. (Aditya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















