Namun, aksi yang direncanakan akan digelar didepan istana kepresidenan harus kandas. Lantaran pihak kepolisian sudah membuat blokade menggunakan pagar berikade kawat duri guna pengamanan dan mengantisipasi jika terjadi tindak anarkis.

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Valdo menyampaikan, bahwa, menolak kenaikan PPN 10 persen menjadi 11 persen. Kemudian mendesak presiden RI menunda IKN. Karena memang stabilitas ekonomi Indonesia sekarang ini lagi kurang stabil.

BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste Malam Ini, Garuda Muda Incar Tiket Semifinal AFF U-19 2026

“Maka dari itu, kita mendesak presiden Jokowi untuk menunda IKN sampai nanti ekonomi di Indonesia stabil,” kata Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Valdo kepada Wartawan disela-sela aksi demo.

Lebih lanjut, kata Valdo mengatakan, Jadi, proyeksi APBN di periode Jokowi tidak memakai APBN sekitar 496 Triliun. Tetapi presiden Jokowi berbohong dan munafik.

BACA JUGA :  Beasiswa AGRTPS 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Indonesia Berkesempatan Kuliah Riset di Australia dengan Pendanaan Penuh

“Bahwasannya dia bilang bahwa dia memakai APBN itu sekitar 53 persen. Jadi, hari ini kita mendesak bahwa Jokowi realisasi kan janji-janjinya,” ujarnya.

“Dan terakhir, kami mendesak pemerintah presiden jokowi untuk meresafel menteri-menteri yang membuat gaduh,” katanya. (B. Supriyadi)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================