
“Tentu apa yang disangkakan kepada XTC Kota Bogor pembuat onar itu tidak benar, unsur Pemerintahan harus bisa melihat dari dua sisi jangan hanya menyimpulkan dari satu sisi saja,” tegas Dadang.
Dengan demikian, Dadang merasa heran karena apa yang sudah dilakukannya bersama XTC Kota Bogor dalam berbagi kebaikan di bulan suci Ramadan, malah dapat tudingan pembuat onar.
Seharusnya, sambung Dadang, Bima Arya memberikan apresiasi atas kegiatan positif yang dilakukan generasi muda serta tidak langsung menuding dengan arogansi dan menghalang-halangi, justru sebaiknya Bima Arya melakukan kegiatan yang sama di bulan Suci Ramadan sebagai bentuk kepedulian.
“Atas dasar yang telah dilakukan Bima Arya yang menuding kami sebagai pembuat onar, dengan tegas kami memohon untuk segera melakukan klarifikasi dan pemulihan nama baik, sebab penilaian diskriminatif akan membelenggu kegiatan kepedulian generasi muda,” ucap Dadang.
“Mari dukung dan tanda tangani petisi, agar Generasi muda Kota Bogor tetap konsisten melakukan kegiatan positif tanpa tekanan dari pihak manapun. Peduli sesama adalah sebagian dari cerminan pancasila dan UUD 1945,” tegasnya. (B. Supriyadi)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















