Bima Arya
Ketua XTC Kota Bogor Dadang Sanjaya bersama Sekretaris Jendral (Sekjen) XTC Kota Bogor, Army Setyo Wibowo, SH. MH. Foto : Istimewa.

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Sekretaris Jendral (Sekjen) XTC Kota Bogor, Army Setyo Wibowo, SH. MH. meminta Wali Kota Bogor, Bima Arya melakukan klarifikasi terkait adanya kericuhan kelompok diduga geng motor yang terjadi di Gang Aut, Jalan Suryakencana, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah beberapa waktu lalu.

Akibat kericuhan itu, XTC Kota Bogor justru menjadi kambing hitam. Padahal, Kata Army pihaknya dengan Pemkot Bogor telah melakukan pertemuan di kawasan Bogor Selatan (Mulyaharja) dan itu sudah membuktikan legitimasi seorang Ketua XTC Kota Bogor, untuk menjadikan Kota Bogor itu kondusif.

Sehingga apa yang sudah ditetapkan Ketua XTC Kota Bogor bahwa pemuda untuk menjauhi kekerasan dan menyetop tawuran.

“Waktu di Mulyaharja ada unsur Pemerintahan Kota Bogor, Camat Bogor Selatan hadir dan Kapolsek Bogor Selatan juga ikut hadir, deklarasikan apa yang Ketua XTC inisiasikan. Ketua ingin merangkul pemuda pemudi Kota Bogor untuk menjauhi kekerasan dan sesuai tagline Bogor Kondusif,” jelas Army kepada wartawan, Sabtu (30/4/2022)

BACA JUGA :  Wasit Piala Dunia 2026 Asal Somalia Gagal Masuk Amerika Serikat, FIFA Tak Bisa Campur Tangan

Sementara itu, Ketua XTC Kota Bogor Dadang Sanjaya menyebutkan, XTC Kota Bogor merupakan wadah anak muda yang peduli terhadap masyarakat Bogor untuk melakukan aksi turun ke jalan dengan mengusung semangat kepedulian terhadap sesama.

Sebagaimana mengutip dalam surat Al Maidah ayat 2, ALLAH SWT berfirman : Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketaqwaan.

“Tentu apa yang disangkakan kepada XTC Kota Bogor pembuat onar itu tidak benar, unsur Pemerintahan harus bisa melihat dari dua sisi jangan hanya menyimpulkan dari satu sisi saja,” tegas Dadang.

Dengan demikian, Dadang merasa heran karena apa yang sudah dilakukannya bersama XTC Kota Bogor dalam berbagi kebaikan di bulan suci Ramadan, malah dapat tudingan pembuat onar.

BACA JUGA :  Ariana Grande Kecam Gedung Putih karena Gunakan Lagunya dalam Video Penangkapan Imigran

Seharusnya, sambung Dadang, Bima Arya memberikan apresiasi atas kegiatan positif yang dilakukan generasi muda serta tidak langsung menuding dengan arogansi dan menghalang-halangi, justru sebaiknya Bima Arya melakukan kegiatan yang sama di bulan Suci Ramadan sebagai bentuk kepedulian.

“Atas dasar yang telah dilakukan Bima Arya yang menuding kami sebagai pembuat onar, dengan tegas kami memohon untuk segera melakukan klarifikasi dan pemulihan nama baik, sebab penilaian diskriminatif akan membelenggu kegiatan kepedulian generasi muda,” ucap Dadang.

“Mari dukung dan tanda tangani petisi, agar Generasi muda Kota Bogor tetap konsisten melakukan kegiatan positif tanpa tekanan dari pihak manapun. Peduli sesama adalah sebagian dari cerminan pancasila dan UUD 1945,” tegasnya.  (B. Supriyadi)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================