
Karena kondisi itu, Arum dan jajarannya kini tengah berupaya menurunkan kebiasaan merokok untuk warga Jakarta Barat.
Upaya yang dilakukan diantaranya sosialisasi ke setiap permukaan dan tempat sarana umum agar tidak merokok.
Pihaknya juga membuka layanan kesehatan di setiap puskemas bagi warga yang mau berhenti merokok.
“Kita buka layanan berhenti merokok terus kita konseling dan kita lihat alat analyzer untuk melihat kadar monoksida dalam tubuh sudah dalam keadaan bahaya atau belum,” ucap dia.
Pihaknya juga telah membuat beberapa tempat sarana terbuka yang ramah rokok di beberapa tempat seperti sekolah dan kantor pemerintahan.
Dia berharap dengan upaya tersebut angka pengidap hipertensi karena rokok di tahun ini bisa turun.
“Untuk tahun ini belum bisa dipastikan datanya karena masih dalam proses pendataan. Kita berharap ada penurunan,” ungkap dia. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















