540 tahun
Foto Stasiun Bogor yang diambil pada tanggal 08-10-1904 oleh M. Louise Treub, seorang kerabat dari Melchior Treub (1851-1910) yang saat itu menjabat sebagai kepala Kebun Raya Bogor.

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Hari ini, tepatnya 3 Juni 2022 Bogor merayakan hari jadinya yang ke 540 tahun. Secara administratif, penggunaan nama Bogor ada dua, yakni Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, yang sama-sama masih di Jawa Barat. Namun ternyata, nama Bogor sendiri memiliki sejarah yang menarik.

Berdasarkan sejarah, ditetapkan tanggal 3 Juni 1482 sebagai hari jadi bogor itu beriringan dengan peristiwa pelantikan Raja Pajajaran yang terkenal yaitu Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi. Pelantikan yang berlangsung sembilan hari itu disebut dengan nama upacara Kedabhakti.

Asal usul nama Bogor sendiri memiliki banyak versi.

Nama Bogor berasal dari kata Buitenzorg yang berarti “tempat damai yang jauh dari segala hiruk pikuk”. Nama tersebut dipakai pada zaman kolonialisme Belanda

Sementara pendapat lain, nama Bogor berasal dari kata bahai yang berarti sapi yang kebetulan ada patung sapi di Kebun Raya Bogor.

Ada juga yang menyebut bahwa nama Bogor berasal dari kata bokor yang berarti tunggul pohon enau (kawung).

BACA JUGA :  Rupiah Menguat terhadap Dolar AS, Kurs Sempat Tembus Rp17.900-an

540 tahun

Nama Bogor sudah ada dalam sebuah dokumen tanggal 7 April 1952 yang tertulis dalam Hoofd de Negorij Bogor yang berarti Kepala Kampung Bogor. Menurut informasi Kampung Bogor terletak di dalam lokasi Kebun Raya Bogor yang sudah dibangun sejak 1817.

Seiring perkembangannya, Bogor dan sekitarnya menjadi besar dan ramai sejak dibukanya layanan transportasi kereta api dari Batavia pada awal tahun 1873.

Orang yang hendak bepergian ke Bogor dapat menumpang kereta yang dioperatori Nederlandsch Indische Spoorweg (NIS) dari stasiun di Pasar Pisang (kini Pinangsia).

Setelah Indonesia lepas dari belenggu penjajahan, berdasarkan UU No. 16 Tahun 1950 Kota Bogor ditetapkan menjadi menjadi kota besar dan Kota Praja yang terbagi dalam 2 wilayah kecamatan dan 16 lingkungan.

Pusat Pemerintahan Bogor semula berada di Panaragan, tetapi kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1982, Ibu Kota Kabupaten Bogor dipindahkan dan ditetapkan di Cibinong. Sejak tahun 1990 pusat kegiatan pemerintahan menempati Kantor Pemerintahan di Cibinong.

BACA JUGA :  Putri Thailand Bajrakitiyabha Mahidol Wafat di Usia 47 Tahun Setelah 3 Tahun Menjalani Perawatan

Hingga abad ke-21, Kota Bogor dipandang sebagai kota yang penuh dengan daya tarik wisata dan tempat bernaung para pekerja urban.

Pada akhir tahun 2021, jumlah penduduk kota Bogor sebanyak 1.091.396 jiwa, dengan kepadatan 9.210 jiwa/km2.

540 tahun

Kerajaan Tarumanegara

Pada awal abad ke-5 Masehi, Kota Bogor merupakan pusat Kerajaan Tarumanagara dengan raja yang bernama Purnawarman. Beberapa kerajaan lainnya lalu memilih untuk bermukim di tempat yang sama dikarenakan daerah pegunungannya yang secara alamiah membuat lokasi ini mudah untuk bertahan terhadap ancaman serangan, dan di saat yang sama adalah daerah yang subur serta memiliki akses yang mudah pada sentra-sentra perdagangan saat itu.

Kerajaan Sunda

Di antara prasasti-prasasti yang ditemukan di Kota Bogor tentang kerajaan silam, salah satu prasasti tahun 1533 menceritakan kekuasaan Prabu Surawisesa dari Kerajaan Sunda. Prasasti ini dipercayai memiliki kekuatan gaib dan keramat, sehingga dilestarikan sampai sekarang.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================