
Ayam cemani jantan dan betina dewasa yang seluruh bagian tubuhnya berwarna hitam legam tersebut oleh Turmudi ditawarkan dengan harga antara Rp 6 juta hingga Rp 10 juta sepasang serta anak ayam dijual Rp 1 juta sepasang dan telur Rp 100 ribu perbutir dan dipasarkan ke seluruh Indonesia.
“Saya juga sempat ekspor ke berbagai negara seperti asia sampai eropa, setelah ada kebijakan dari kementan mengenai pembatasan ekspor ayam cemani, sampai saat ini saya sudah tidak lagi menjual ke negara lain,” ucapnya.
Turmudi mencoba mengikuti kontes ayam hias skala nasional dengan membawa ayam kesayangannya yang bernama “Superboy” pada ajang kontes ayam hias di Bandung.
“Saya kemarin juara satu kontes ayam hias tingkat nasional di Bandung, nama ayamnya Superboy, mungkin keberuntungan dan kualitas ayam yang baik menjadikan superboy juara satu,” ucap Turmudi.
Setelah berhasil meraih juara satu, Ayam Cemani Superboy miliknya ternyata banyak yang minat untuk dijadikan indukan, tak tanggung tanggung harga yang ditawarkan kepada dirinya sangat besar.
“Banyak yang menawar ayam saya, bahkan orang Thailand minta Rp 7 juta satu ekor Superboy itu . Cuman tidak saya jual, kalau mau anakanya aja,” katanya.
Anakan dari Superboy, dijual dengan harga Rp 500 ribu per ekor sekira usia 1 bulan. Keunikan dari ayam Superboy ini memiliki badan dan lidah berwarna hitam pekat.
“Kalo produksi telur biasanya dapat 15 sampai 20 butir,” pungkasnya. (Fadilah)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















