BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Keberhasilan sejumlah atlet Kabupaten Bogor saat berlaga di SEA Games Vietnam yang berhasil memboyong emas dan mengharumkan nama Indonesia Khususnya Kabupaten Bogor di mata dunia, disambut gegap gempita dan diganjar bonus serta hadiah.

Jika atlet dayung asal Kabupaten Bogor peraih medali emas diarak keliling Cibinong mulai dari Masjid Pemda menuju Stadion Pakansari hingga Tugu Pancakarsa, dan diberikan hadian hingga bonus.

Namun berbanding terbalik dengan atlet cabang elektronik sport (Esport) asal Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor, Muhamad Albi (20) yang juga telah menyumbangkan medali emas dalam laga PUBG Mobile saat SEA Games di Vietnam beberapa waktu lalu.

Muhamad Albi atau yang akrab disapa Ryzen tidak mendapatkan perlakukan sama oleh ketua Pengcab ESI Kabupuaten Bogor maupun KONI Kabupaten Bogor. Tidak disambut apalgi diarak atau diperkenalkan kepada masyarakat umum khususnya Kabupaten Bogor.

“Tidak apa-apa meskipun anak saya tidak disambut dan diarak semeriah atlet Cabor lain. Dari pihak kecamatan dan desa sudah menyambut Ryzen, dan kami mengadkan sukuran seserhana di rumah. Segitupum saya sudah bersyukur alhamdulillah,” tutur Dodih Iskandar saat bincang santai beberapa waktu lalu.

Ozon – sapaan akrabnya – bercerita, sebelum Ryzen berangkat ke Vietnam dengan timenya untuk mengikuti pertandingan Esport PUBG, dirinya sempat berujar, agar putra kesayangannya itu pulang dengan membawa medali emas sebagai bakti dan persembahan kepada orang tua.

Baca Juga :  Resep Membuat Jamu Beras Kencur, Bisa Tambah Imunitas Tubuh

“Alhamdulillah doa kami sekeluarga terkabulkan, Ryzen pulang ke Kabupaten Bogor atau ke kampung halamannya dengan membawa medali emas hasil pertandingannya di SEA Games Vietnam,” ucap Ozon sambil tersenyum haru.

Memang saat ini, tidak semua masyarakat mengetahui bahwa beberapa game online sudah disahkan pemerintah menjadi salah satu cabang olahraga (Cabor) sehingga tidak banyak orang tau jika di SEA Games Vietnam kemarin time dari Indonesia menjadi juara peraih medali emas dalam Cabor Esport game PUBG.

“Dahulu sebelum ramai seperti sekarang ini, game online hususnya yang permainannya pake HP, dulu ditentang banget oleh masyarakat, bahkan difatwakan haram. Tapi, sekarang alhamdulillah yang tadinya Haram menjadi Harum,” tutup dia.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin saat dihubungi wartawan Bogor Today melalui pesan WhatsApp, untuk menanyakan ihwal tersebut, tidak merespon ataupun membalasnya.

Lain halnya dengan Ketua Pengcab ESI Kabupaten Bogor, Sandi M Ilham seolah berkelid dan terkesan acuh dengan prestasi gemilang Cabor yang dipimpinnya dalam perhelatan SEA Games Vietnam beberapa waktu lalu. Ryzen atlet Esport asal Kabupaten Bogor tidak mendapatkan sambutan semeriah atlet Cabor lain.

“Kami sedang mempersiapkan bonus buat atlet yang dapat medali di SEA Games Vietnam kemarin dan akan diberikan secara bertahap. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor sudah mengagendakannya,” kata Sandi mengutip dari inilahkoran.com.

Baca Juga :  Ternyata Ini Makanan Sumber Lemak yang Harus Dihindari

Klaim Sandi, saat pertandingan di Hanoi, pihak KONI Kabupaten Bogor juga sudah beritikad baik mengunjungi mess Ryzen untuk memberikan suport dan dukungan.

“Saya langsung meminta alamat mess Ryzen ketika pengurus KONI Kabupaten Bogor mau memberikan semangat dan dukungannya kepada atlet Kabupaten Bogor yang sedang berjuang,” pungkasnya.

Sekedar informasi, para atlet binaan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Bogor itu diarak dengan mobil hilux dan dikenalkan kepada masyarakat bahwa putra daerahnya berhasil mengharumkan nama bangsa di ajang paling bergengsi.

Mereka diarak mulai dari titik awal di Masjid Baitul Faidzin menuju Jalan Raya Tegar Beriman dan dilanjutkan mengelilingi Kawasan Stadion Pakansari, menuju Tugu Pancakarsa.

Ketua Umum PODSI Kabupaten Bogor, Anton Sukartono Suratto yang ikut diarak bersama ketiga atlet mengaku bangga lantaran anak asuhnya meraih prestasi di ajang olahraga multi-event antar negara Asia Tenggara itu.

“Kegiatan arak-arakan dan pemberian Kadeudeuh tersebut, bentuk apresiasi kami kepada atlet. Apalagi ini juga tujuannya untuk memotivasi para atlet-atlet junior, supaya lebih giat berlatih,” kata Anton. (Iman R Hakim)