
Pergerakan tanah ini, kata Febby, juga dipicu oleh hujan deras yang terjadi. Sehingga tanah yang sebelumnya sudah bergerak semakin tertarik ke bawah.
Akibat fenomena ini, ada lima rumah dan satu jalan poros desa yang terdampak. Bagi warga yang rumahnya terdampak, pihaknya langsung melakukan evakuasi.
“Dua rumah yang harus diungsikan sambil melihat pergerakan tanah. Nanti baru diputuskan apakah rumah di sekitarnya harus diungsikan juga atau tidak,” paparnya.
Selain itu, akses jalan poros desa pun saat ini terputus. Tanah bergerak menyebabkan jalan menjadi amblas dengan ketinggian mencapai 2 meter.
“Lebarnya pun cukup panjang, jadi jalan tersebut memang benar-benar tidak bisa dilalui baik roda dua, empat atau warga setempat tidak boleh melintas. Pihak kepolisian juga sudah memasang police line, siapapun tidak boleh lewat jalur ini,” pungkasnya.
Diinformasikan sebelumnya, pergerakan tanah terjadi pada Kamis (27/1/2022) sekitar pukul 15.00 WIB di Kampung Kebon Kelapa, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, Lebak. Dua rumah dan satu rumah produksi tahu rusak akibat fenomena ini. -(Net).
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















