
“Ini bukan lagi anyaman peralatan rumah tangga atau garabadan, karena Rajadesa merupakan sentral anyaman Bambu. Misalnya hihid (kipas), boboko (keranjang) nyiru (tampah), dudukuy (topi), ayakan dari Kabupaten Ciamis, namun sebuah karya dengan nama Mabokuy,” ujar Eman seperti mengutip harapanrakyat.com
Eman menerangkan boboko, dudukuy, hihid tadinya merupakan alat rumah tangga yang biasa untuk tempat nasi. Sementara dudukuy adalah topi sebagai pelindung panas saat bertani.
Mabokuy ini layaknya puppet atau boneka dan seni carnaval dengan konsep grand style, estetik dan artistik. Konsep pembuatannya dari anyaman bambu. Karya Mabokuy ini sudah beberapa kali tampil di berbagai acara even seni helaran dan carnaval di sejumlah daerah di Jawa Barat. Bahkan, kata Eman Mabokuy sempat menjadi juara 1 tingkat Jabar pada pawai taaruf MTQ di Sukabumi dan Juara 1 tingkat Nasional Sanggar Parade Budaya Nasional di Bogor.
Setiap kali tampil, seni ini mendapat sambutan positif dari publik. Beberapa daerah yang sempat menampilkan Kesenian Mabokuy selain Ciamis. Seperti Indramayu, Tasikmalaya, Garut, Bandung Barat, Banjar, Karawang, Kota Bogor, Sukabumi hingga Gunung Kidul Yogyakarta. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















