BOGORTODAY.COM – Pernah merasakan keinginan buang air kecil yang muncul tiba-tiba menjelang presentasi penting, wawancara kerja, atau saat menghadapi ujian? Padahal, beberapa menit sebelumnya sudah sempat ke kamar mandi. Kondisi seperti ini ternyata cukup umum dialami banyak orang dan bukan selalu menandakan adanya gangguan pada saluran kemih.
Secara medis, dorongan buang air kecil yang muncul saat seseorang merasa gugup atau tertekan berkaitan dengan respons alami tubuh terhadap stres. Ketika seseorang berada dalam situasi yang memicu kecemasan, tubuh akan melepaskan hormon stres yang memengaruhi berbagai organ, termasuk kandung kemih.
Dokter spesialis urologi dari Siloam Hospital Asri, Prof. dr. Harrina Erlianti Rahardjo, SpU(K), menjelaskan bahwa hubungan antara stres psikologis dan meningkatnya frekuensi buang air kecil telah dibuktikan melalui penelitian.
Menurutnya, pelepasan hormon stres dapat membuat kandung kemih menjadi lebih sensitif sehingga muncul rasa ingin buang air kecil lebih sering, meski sebenarnya kandung kemih belum terisi penuh.
Fenomena ini kerap dialami saat seseorang menghadapi momen yang menegangkan, seperti presentasi di depan banyak orang, ujian, wawancara kerja, atau ketika dikejar tenggat waktu. Dalam kondisi tersebut, tubuh bereaksi terhadap tekanan mental sehingga sinyal dari kandung kemih menjadi lebih kuat.
Meski terasa mengganggu, kondisi tersebut umumnya bersifat sementara. Setelah penyebab stres menghilang dan tubuh kembali rileks, sensitivitas kandung kemih biasanya akan kembali normal sehingga keinginan buang air kecil berlebihan pun mereda.
Namun demikian, stres yang berlangsung dalam jangka panjang tidak boleh dianggap sepele. Prof. Harrina mengingatkan bahwa stres kronis dapat memicu berbagai keluhan pada saluran kemih bagian bawah. Artinya, kesehatan mental dan kondisi fisik memiliki hubungan yang erat dan saling memengaruhi.
Karena itu, dalam menangani pasien yang mengalami keluhan saluran kemih, dokter tidak hanya berfokus pada organ yang bermasalah, tetapi juga mempertimbangkan faktor psikologis yang mungkin menjadi pemicunya.
Apabila keinginan buang air kecil terus terjadi meski tidak sedang berada dalam kondisi tertekan, atau disertai keluhan lain seperti nyeri, anyang-anyangan, urine berdarah, hingga sulit menahan kencing, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah keluhan tersebut hanya dipicu oleh stres atau merupakan tanda adanya gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan khusus.
Dengan memahami bahwa rasa gugup dapat memengaruhi fungsi kandung kemih, masyarakat diharapkan tidak langsung panik saat mengalami kondisi tersebut. Mengelola stres melalui istirahat yang cukup, latihan pernapasan, olahraga, maupun relaksasi dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengurangi keluhan dan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















