BOGORTODAY.COM – Kamitetep sering ditemukan menempel di dinding, plafon, sudut lemari, atau area rumah yang jarang dibersihkan. Bentuknya yang menyerupai kantung kecil berisi debu membuat banyak orang mengira serangga ini hanyalah kotoran yang menempel. Padahal, kamitetep merupakan larva ngengat yang dapat berkembang biak di lingkungan rumah.
Selain mengganggu kebersihan, keberadaan kamitetep juga dapat memicu rasa gatal dan iritasi pada sebagian orang, terutama mereka yang memiliki kulit sensitif.
Apa Itu Kamitetep?
Kamitetep adalah fase larva dari bagworm moth atau ngengat kantung. Larva ini hidup di dalam kantung yang dibuat sendiri dari campuran debu, serat kain, rambut, hingga serpihan daun sebagai pelindung tubuhnya.
Selama masih menjadi larva, kamitetep aktif mencari makanan sambil membawa kantung tersebut ke mana pun ia bergerak. Makanan utamanya berupa bahan-bahan organik seperti debu, rambut, serpihan kulit mati, serat kain, hingga sisa tanaman.
Setelah memasuki fase dewasa, larva akan berubah menjadi ngengat. Ngengat jantan keluar dari kantung untuk kawin, sedangkan betina tetap berada di dalam kantung hingga bertelur dan mengakhiri siklus hidupnya.
Apakah Kamitetep Berbahaya?
Kamitetep tidak dikenal sebagai serangga yang menggigit seperti nyamuk. Namun, kontak dengan tubuh atau bulu halus larvanya dapat memicu reaksi pada kulit.
Menurut penjelasan Dosen Departemen Biologi FMIPA Universitas Indonesia (UI), Ratna Yuniati, paparan kamitetep dapat menyebabkan ruam kemerahan dan rasa gatal.
Pada orang yang memiliki kulit sensitif, reaksi tersebut bisa berkembang menjadi iritasi ringan, pembengkakan, atau respons alergi. Meski umumnya akan membaik dalam beberapa hari, pemeriksaan ke dokter disarankan apabila muncul lepuhan, nanah, atau disertai demam.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















