Nyeri Lutut Tak Kunjung Hilang? Waspadai Osteoartritis, Penyakit Sendi yang Sering Diabaikan

Nyeri Lutut
Ilustrasi Nyaeri Lutut. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Nyeri lutut kerap dianggap sebagai bagian dari proses penuaan. Banyak orang memilih menahannya atau sekadar mengonsumsi obat pereda nyeri tanpa mencari tahu penyebabnya. Padahal, rasa sakit yang terus muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari bisa menjadi tanda osteoartritis, salah satu penyakit sendi yang paling banyak dialami masyarakat.

Osteoartritis merupakan gangguan degeneratif yang terjadi ketika tulang rawan pada sendi mengalami kerusakan secara bertahap. Padahal, tulang rawan berfungsi sebagai bantalan alami yang membuat pergerakan antartulang tetap halus dan tidak menimbulkan gesekan.

Saat bantalan tersebut menipis atau rusak, tulang akan saling bergesekan sehingga memicu rasa nyeri, peradangan, hingga kekakuan pada sendi. Lutut menjadi bagian tubuh yang paling rentan mengalami kondisi ini karena setiap hari menopang beban tubuh saat berjalan, berdiri, berlari, maupun menaiki tangga.

BACA JUGA :  Seiring Usia Bertambah, Ini Pilihan Makanan Tinggi Kalsium yang Aman untuk Lansia

Gejala Berkembang Secara Perlahan

Osteoartritis biasanya tidak muncul secara tiba-tiba. Pada tahap awal, kerusakan tulang rawan sering kali belum menimbulkan keluhan sehingga banyak penderita tidak menyadari kondisinya.

Seiring waktu, gejala mulai terasa. Nyeri pada lutut biasanya muncul ketika berjalan, berdiri dalam waktu lama, atau naik turun tangga. Selain itu, lutut juga terasa kaku, terutama setelah bangun tidur atau setelah duduk terlalu lama.

Beberapa tanda lain yang patut diwaspadai meliputi:

  • Lutut tampak membengkak.
  • Muncul suara berderak atau gesekan saat sendi digerakkan.
  • Lutut terasa tidak stabil.
  • Sendi terkadang seperti terkunci sehingga sulit digerakkan.

Tingkat keparahan osteoartritis umumnya dibagi menjadi empat stadium. Pada tahap awal, kerusakan masih ringan dan gejalanya hampir tidak terasa. Memasuki stadium ringan hingga sedang, nyeri mulai muncul disertai keterbatasan gerak.

Sementara pada stadium lanjut, bantalan sendi hampir habis sehingga tulang saling bergesekan dan menyebabkan nyeri hebat yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA :  HJB ke-544, Pemkab Bogor Ajak Warga Ramaikan Helaran Budaya Mapag Pajajaran Anyar

Faktor yang Meningkatkan Risiko

Penuaan menjadi penyebab utama terjadinya osteoartritis. Namun, sejumlah faktor lain juga dapat mempercepat kerusakan sendi.

Kelebihan berat badan menjadi salah satu faktor terbesar karena lutut harus menopang beban tubuh yang lebih berat. Selain itu, riwayat cedera lutut, aktivitas yang memberikan tekanan berulang pada sendi, kelainan bentuk tungkai, hingga faktor genetik juga berkontribusi meningkatkan risiko penyakit ini.

Jika tidak ditangani dengan baik, osteoartritis dapat menimbulkan berbagai komplikasi, seperti melemahnya otot di sekitar lutut, munculnya taji tulang, terbentuknya kista Baker di belakang lutut, hingga gangguan psikologis akibat nyeri kronis yang berkepanjangan.

Penanganan Disesuaikan dengan Tingkat Keparahan

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================