
Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, Kota Bogor juga mencanangkan agenda penurunan prevalensi stunting. Ada beberapa pengukuran prevalensi stunting, diantaranya data yang dikeluarkan Kemenkes RI dan dari bulan penimbangan bayi. Dari data bulan penimbangan bayi, tingkat stunting di Kota Bogor kisaran dibawah 10 persen.
“Pelatihan ini mengajak dokter umum di Faskes swasta untuk menyamakan langkah mencegah stunting. Sekaligus menyelaraskan dengan target Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan target nasional,” katanya.
Dedie berharap dengan langkah-langkah yang diambil mulai dari sosialisasi pencegahan pernikahan usia dini, peningkatan kesehatan calon pengantin dan pelatihan ini bisa terus menurunkan tingkat stunting di Kota Bogor dan Jawa Barat.
“Dari enam kecamatan, Kecamatan Bogor Selatan yang angka stuntingnya masih tinggi,” sebutnya. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















