Tirta Pakuan
Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan susur sungai dan memungut sampah untuk melihat potensi air di Sungai Cisadane, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Rabu (20/7/2022).

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan susur sungai dan memungut sampah untuk melihat potensi air di Sungai Cisadane, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Rabu (20/7/2022).

Hasilnya kedepan bebersih Sungai Cisadane akan dirutinkan, karena melihat banyaknya sampah rumah tangga yang berhasil diangkut saat susur sungai.

Dalam aksi susur sungai yang bertajuk “Cisadane Resik”, Tirta Pakuan Kota Bogor menggandeng Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, DPRD Kota Bogor, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota dan Kabupaten Bogor, TNI, Polri serta beberapa Komunitas.

Tirta Pakuan
Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan susur sungai dan memungut sampah untuk melihat potensi air di Sungai Cisadane, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Rabu (20/7/2022).

Direktur Utama (Dirut) Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan memaparkan bah dalam susur sungai tersebut pihaknya mengajak beberapa komunitas dengan menggunakan perahu karet, karena ingin melihat Cisadane dan bebersih di hulu sungai dalam momen Hari Lingkungan Hidup.

BACA JUGA :  Jumlah Hewan Kurban di Kota Bogor Tembus 15.800 Ekor, Naik 1.400 dari Tahun Lalu

“Tadi saat perjalanan ada potensi wisata dan air terjun bagus, tapi yang lebih mencengangkan Sungai Cisadane sampahnya banyak. Kalau mau merevitalisasi Cisadane semua harus bergerak, masyarakat dan pemerintah semua bebersih sungai Cisadane,” ungkap Dirut Rino didampingi Direktur Teknik, Ardani Yusuf dan Direktur Umum, Rivelino Rizki kepada wartawan usai susur sungai di Intake Ciherang Pondok Tirta Pakuan.

Menurutnya, hari ini 80 persen air baku dari Cisadane semakin memburuk juga minim produksi atau terhambat karena sampah yang menutupi aliran air baku ke Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Rino melanjutkan, tadi saat menggunakan perahu karet banyak tersangkut sampah-sampah, tetapi ada daerah tertentu sungainya masih dalam. Ada juga diwilayah atas atau hulu kedalamannya satu meter kurang.

BACA JUGA :  Peabo Bryson, Suara Legendaris di Balik Lagu Disney, Tutup Usia pada 75 Tahun

Selain itu, kata Rino, untuk daerah sumber air dari beberapa Corporate Social Responsibility (CSR) yang bisa dilakukan seperti reboisasi dan sumur resapan di hulu sungai guna mempertahankan debit air Cisadane.

Rino menegaskan, terakhir produksi kapasitas sumber air dari Cisadane hanya bisa diproduksi 900 liter perdetik dari yang sebelumnya bisa mencapai 1.800 liter perdetik. “Jadi hanya setengahnya, itu karena banyak sampah, tadi ada yang buang sofa juga dipinggir sungai. Ya, sampah didominasi sampah rumah tangga,” tegasnya. (Aditya)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================