Diluar itu, sambung Emil karena bendungan ini adanya di Kabupaten Bogor, tentu pemandangannya sangat indah. Dengan demikian Emil berpesan agar ada ekonomi pariwisata bagi dua bendungan ini, sehingga ketika situasi airnya tidak ada dinamika, masyarakat bisa menikmatinya sebagai tempat wisata yang bisa menambah popularitas Kabupaten Bogor yang indah.

“Bendungan tidak identik dengan hal-hal yang sangat teknis, tapi juga hal-hal yang sangat visual yang membuat orang bangga melihat tempat yang luar biasa ini,” tambahnya.

BACA JUGA :  Harga Emas Antam Anjlok Rp30.000 per Gram, Buyback Turun Lebih Dalam

Ia memaparkan, untk objek wisatanya bisa ditentukan oleh apa yang ada di lokasi, pariwisata Kabupaten Bogor itu khas dengan wisata kulinernya.

“Sehingga orang pulang dari sini bisa senang dan punya memori positif, juga kenyang dengan makanan yang enak-enak,” paparnya.

Sementara, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Bambang Hidayah menyebutkan, saat ini prosesnya sudah 87 persen, dan akan diselesaikan dalam waktu satu hingga dua bulan kedepan.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Minta ASN Hemat BBM, Imbas Harga Pertamax

“Secara umum kendalanya adalah cuaca, karena di sini curah hujannya tinggi dan bangunan kita adalah timbunan tanah. Jadi kami harus mengontrol kadar airnya secara ketat,” ungkap Bambang.

Bambang menuturkan, pihaknya juga kerap berkoordinasi dengan semua pihak untuk menangani permasalahan yang ada, termasuk soal akses jalan. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================