BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Tercemarnya kembali Sungai Cileungsi di perbatasan Desa Bojongkulur dan Ciangsana, Kabupaten Bogor pada Selasa (26/7/2022) kemarin mendapat sorotan dari Wakil Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Robinton Sitorus. Ia menyebut bahwa pencemaran aliran Sungai Cileungsi acap kali terjadi karena adanya faktor kesengajaan yang dilakukan satgas Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Menurut Robinton, hal itu merupakan tanggung jawab bersama, dan satgas DLH memiliki peran penting untuk menjaga aliran sungai karena anggaran sudah ada baik dari binteknya juga.

BACA JUGA :  Beasiswa AGRTPS 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Indonesia Berkesempatan Kuliah Riset di Australia dengan Pendanaan Penuh

“Jika masih terjadi pencemaran ini berarti satgas DLH kecolongan lagi dan ada keteledoran pengawasan,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa potongan video yang memperlihatkan aliran Sungai Cileungsi dipenuhi limbah berupa buih.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) Puarman membenarkan adanya kejadian sungai tercemari limbah. “Betul, sungai cileungsi berbuih,”ujar Puarman kepada bogor-today.com, Selasa (26/07/2022).

Namun, Puarman belum memberikan keterangan lebih jauh asal-usul buih tersebut. Menurutnya hal itu tentu harus diselidiki. Jika kedapatan ada perusahaan yang melanggar, Puarman dengan tegas menyatakan harus ditindak tegas.

BACA JUGA :  Piala AFF 2026 Jadi Ajang Pembuktian Kualitas Pemain Domestik Racikan John Herdman

“Kami enggak tahu limbah dari mana yang jelas buih itu mulai terlihat di perbatasan Desa Bojongkulur dan Ciangsana. Tentunya perlu melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor dan DLH Kota Bekasi karena lokasi buih berada diantara dua wilayah,” pungkasnya (Fadilah)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================