
BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka meluncurkan “Gunung Salak Literation Week (GSLW)” di kaki Gunung Salak. Peluncuran itu merupakan ajang ekspresi dan catwalk di zebra cross, syaratnya wajib membawa buku.
Pendiri TBM Lentera Pustaka, Syarifudin Yunus menyebut bahwa GSLW ini dibuat meniru Citayam Fashion Week (CFW), hanya bedanya saat menyeberang zebra cross wajib membawa buku sebagai kepedulian terhadap taman taman bacaan dan gerakan literasi.
Dihadiri 120 anak dan orang tua, Gunung Salak Literation Week bertujuan untuk meningkatkan kegemaran membaca anak-anak dan masyarakat dengan cara yang menarik dan kreatif, sekaligus bisa merasakan langsung “catwalk di zebra cross” karena selama ini masyarakat hanya menonton di TV. Inilah cara sederhana taman bacaan dalam mensosialisasikan pentingnya membaca buku.
“Jangan hanya catwalk atau bergaya tapi lupa membaca buku. Maka setiap orang yang mau catwalk ini diwajibkan membaca buku yang tersedia di taman bacaan,” ujar Syarifudin, kepada Bogor-today.com, Senin (01/07/2022).
“Zebra cross saya yang cat dan bikin, agar taman bacaan bisa jadi tempat yang asyik dan menyenangkan. Ayo bergaya catwalk di taman bacaan saja, tidak usah ke Dukuh atas. Agar literasi tetap tegak di kampung-kampung,” tambahnya Syarifudin.
Kata Syarifudin, Gunung Salak Literation Week ini bisa jadi pilihan ABG atau remaja di Bogor, Bojong Gede, Citayam bila ingin ber-catwak ria atau bergaya di jalanan.
“Hanya bedanya, gayanya sambil memegang buku bacaan. Ekpresi ok, kreativitas yes, tapi buku jangan dilupakan. Apa pun yang dilakukan ABG atau remaja tidak masalah asal tetap ingat untuk membaca buku,”lanjutnya
Untuk itu, TBM Lentera Pustaka mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap aktivitas membaca anak. Agar tidak hanya main atau nongkrong yang tidak bermanfaat.
Di samping itu juga agar tidak terlindas gawai yang kian memperdayakan anak-anak.
Ia berharap, melalui GSLW, buku bacaan dapat menjadi energi untuk mencetak generasi muda yang berkualiatas. Hingga tercipta manusia yang literat, manusia yang memahami realitas kehidupan secara objektif.
“Dengan adanya GSLW, setiap tamu dan masyarakat yang datang ke TBM Lentera Pustaka pun dapat bergaya catwalk di atas zebra cross yang lebih menarik daripada yang di Dukuh atas. Salam literasi,” pungkasnya (Fadilah)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















